LinkedIn Tambahkan Fitur Pelaporan Konten AI Slop

LinkedIn meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna melaporkan unggahan yang diduga merupakan konten AI berkualitas rendah (AI slop). Laporan ini digunakan untuk melatih sistem AI platform dalam mendeteksi konten tidak autentik. LinkedIn juga memperkenalkan klasifikasi baru, mengurangi rekomendasi konten tersebut, dan memberikan peringatan privat kepada pengguna. Fitur 'Enhance your post' diganti dengan alat pemeriksa tulisan yang tidak mengubah gaya penulis.

Aug 01, 2026 - 04:33
Updated: 3 months ago
0
LinkedIn Tambahkan Fitur Pelaporan Konten AI Slop
LinkedIn Tambahkan Fitur Pelaporan Konten AI Slop

LinkedIn memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melaporkan unggahan yang diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan dinilai berkualitas rendah, atau yang dikenal dengan istilah AI slop. Dengan fitur ini, pengguna dapat menekan tombol 'Seems like AI slop' ketika menemukan konten yang terlihat tidak autentik atau sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Langkah ini merupakan bagian dari upaya LinkedIn untuk mengurangi maraknya konten buatan mesin di linimasanya.

Istilah AI slop merujuk pada konten yang diproduksi secara massal oleh AI, memiliki kualitas rendah, dan minim nilai bagi pembaca. Chief Product Officer LinkedIn, Hari Srinivasan, menyatakan bahwa masalah ini menjadi prioritas utama perusahaan. Menurutnya, orang datang ke LinkedIn untuk terhubung dengan manusia nyata serta berbagi perspektif, gagasan, dan keahlian yang sebenarnya.

Meskipun demikian, laporan dari pengguna tidak otomatis menyebabkan unggahan dihapus. Tombol pelaporan tersebut akan menjadi salah satu sinyal yang digunakan LinkedIn untuk melatih dan menyempurnakan sistem AI-nya dalam mengenali konten berkualitas rendah. Selain itu, LinkedIn juga memperkenalkan sistem klasifikasi baru untuk mendeteksi apakah sebuah unggahan tergolong AI slop atau konten berkualitas rendah lainnya.

Konten yang terdeteksi sebagai AI slop akan lebih jarang muncul dalam rekomendasi unggahan dari akun di luar jaringan pengguna. LinkedIn juga akan memberikan pemberitahuan secara privat melalui dasbor apabila unggahan seseorang dinilai terlihat tidak autentik karena terlalu banyak menggunakan AI. Perusahaan berharap peringatan ini membantu pengguna memperbaiki cara menulis, terutama bagi mereka yang hanya menggunakan AI untuk menyunting atau merapikan tulisan.

Dengan demikian, LinkedIn membedakan penggunaan AI sebagai alat bantu dengan unggahan yang sepenuhnya dihasilkan mesin dan tidak memberikan nilai berarti. Perusahaan milik Microsoft itu juga menarik fitur 'Enhance your post' yang sebelumnya menggunakan AI untuk membantu pengguna menulis unggahan. Fitur tersebut akan diganti dengan alat pemeriksa tulisan yang hanya mengoreksi teks tanpa mengubah gaya dan suara asli pengguna.

Selain mengandalkan laporan pengguna, LinkedIn memperkuat sistem pertahanan terhadap aktivitas otomatis. Platform tersebut mengklaim telah memblokir ratusan ribu percobaan komentar otomatis setiap hari, serta jutaan aktivitas otomatis lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Masalah konten buatan AI tidak hanya dihadapi LinkedIn; platform buletin Substack sebelumnya menambahkan alat untuk membantu pengguna mengidentifikasi artikel yang ditulis AI melalui kerja sama dengan Pangram. Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare juga menyebut lalu lintas bot di internet kini telah melampaui permintaan yang dihasilkan manusia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User