Dibayar Rp360 Ribu per Jam, Pekerjaan Ini Cuma Ajak Anjing Robot Jalan-jalan di San Francisco

Perusahaan rintisan Dimensional di San Francisco membuka lowongan unik dengan bayaran sekitar Rp360 ribu per jam untuk mengoperasikan anjing robot selama pengujian luar ruangan. Tak perlu pengalaman robotika, pelamar justru mendapat pelatihan berbayar. Robot seberat 15 kilogram itu harus dikendalikan manual bila mengalami panas berlebih atau berhenti berfungsi.

Nov 01, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Dibayar Rp360 Ribu per Jam, Pekerjaan Ini Cuma Ajak Anjing Robot Jalan-jalan di San Francisco
Dibayar Rp360 Ribu per Jam, Pekerjaan Ini Cuma Ajak Anjing Robot Jalan-jalan di San Francisco

Sebuah perusahaan rintisan teknologi di San Francisco, Amerika Serikat, menawarkan pekerjaan tak biasa dengan bayaran sekitar US$20 atau setara Rp360 ribu per jam. Tugasnya bukan mengoperasikan komputer atau mesin berat, melainkan mengajak anjing robot berjalan-jalan di sekitar kota.

Perusahaan bernama Dimensional itu mencari operator yang bersedia mengendalikan robot berkaki empat selama empat hingga enam jam di sejumlah rute pengujian luar ruangan. Lowongan ini dipublikasikan pada 5 Oktober dan tidak mensyaratkan pelamar memiliki pengalaman di bidang robotika. Dimensional bahkan menyediakan pelatihan berbayar bagi pekerja yang diterima.

"Mulai bekerja segera dan dapatkan bayaran setelah setiap shift selesai. Pelatihan berbayar sudah termasuk," demikian bunyi pengumuman lowongan tersebut, seperti dikutip Fox Business dari New York Times.

Meski terkesan sederhana, pekerjaan ini menyimpan tantangan teknis. Robot anjing yang digunakan memiliki berat sekitar 33 pon atau 15 kilogram. Dalam kondisi tertentu, perangkat bisa mengalami panas berlebih atau berhenti berfungsi, sehingga operator harus membawa robot kembali secara manual.

Lowongan tersebut merupakan bagian dari upaya Dimensional mengembangkan kemampuan robot berbasis kecerdasan buatan agar dapat beroperasi lebih mandiri di lingkungan nyata. Pendiri Dimensional, Stash Pomichter, menegaskan manusia masih dibutuhkan untuk membantu mengendalikan robot karena teknologi AI belum sepenuhnya mampu mengoperasikan perangkat keras secara mandiri.

Selama pengujian, operator manusia mengendalikan anjing robot, sementara kamera dan sensor pada perangkat mengumpulkan data mengenai lingkungan sekitarnya. "Apa yang kami simpulkan dari eksperimen berjalan-jalan dengan anjing kami adalah bahwa agen masih sangat buruk dalam mengendalikan perangkat keras. Dan manusia masih dibutuhkan dalam prosesnya," kata Pomichter.

Dimensional berbasis di kawasan Dogpatch, San Francisco, dan tengah mengembangkan sistem operasi sumber terbuka yang memungkinkan agen AI mengendalikan berbagai jenis robot. Menurut laporan New York Times, perusahaan telah membeli lebih dari 100 robot anjing dan 50 robot humanoid dari sejumlah produsen di Amerika Serikat, China, dan Jerman.

Anjing robot yang dipakai dalam pengujian dibanderol sekitar US$2.000 atau setara Rp36 juta per unit dan diproduksi oleh perusahaan robotika asal China, Unitree. Perangkat itu dapat dikendalikan melalui remote genggam maupun aplikasi ponsel.

Ke depan, Dimensional berharap teknologi yang dikembangkannya dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari pabrik, pusat data, lokasi konstruksi, hingga kegiatan keamanan. Pomichter menilai robot dapat membantu menggantikan sejumlah pekerjaan fisik yang selama ini mengandalkan tenaga manusia. "Sejujurnya, sungguh biadab bahwa manusia masih melakukan tugas-tugas fisik ini," ujarnya, merujuk pada pekerjaan seperti mengangkat dan membawa kotak-kotak berat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User