KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub Pastikan Aktivitas Penyeberangan di Pelabuhan Merak Tetap Normal
Kementerian Perhubungan bersama PT ASDP Indonesia Ferry memastikan operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak berjalan normal pascatenggelamnya KMP Batumandi. KSOP Kelas I Banten mengatur alur pelayaran dan memasang oil boom untuk mengantisipasi pencemaran minyak, sementara operasi salvage disiapkan untuk mengangkat kapal.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak kembali berjalan normal setelah tenggelamnya KMP Batumandi. Pengaturan alur pelayaran dan pemantauan pergerakan kapal terus dilakukan demi menjaga keselamatan sekaligus kelancaran akses keluar-masuk kapal di pelabuhan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengatur alur pelayaran agar pergerakan kapal tidak mengganggu operasional pelabuhan. Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan menyatakan aktivitas pelayaran di alur tersebut berlangsung seperti biasa dan seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Vessel Traffic Service (VTS) Merak juga terus memantau aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Selain memastikan kelancaran operasional, KSOP Kelas I Banten berkoordinasi dengan Pertamina, VTS Merak, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, terutama di perairan alur masuk Pelabuhan Merak.
Sebagai langkah antisipasi, pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kegiatan ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju. KSOP Kelas I Banten bersama VTS Merak juga terus berkoordinasi dan memantau agar pergerakan kapal berlangsung aman sehingga keselamatan pelayaran tetap terjaga.
Ditjen Hubla telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan proses pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage, termasuk penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage (salvor). Menurut Lollan, persiapan itu dilakukan agar proses pengangkatan kapal dapat segera dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyatakan perusahaan mendukung pelaksanaan operasi pengangkatan demi menjaga kelancaran operasional di Pelabuhan Merak pascatenggelamnya KMP Batumandi. Dukungan tersebut mencakup pengamanan lokasi kapal, pemasangan buoy dan oil boom, serta persiapan operasi salvage.
Heru menegaskan seluruh tahapan penanganan dipersiapkan secara terukur bersama pihak berwenang dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)