Pakar Beberkan Batas Kemampuan LIMS: Bisa Intip WhatsApp atau Tidak?
Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menjelaskan bahwa LIMS tidak dapat membaca isi chat atau mendengarkan panggilan WhatsApp karena terenkripsi end-to-end. Namun, LIMS tetap bisa mengakses metadata seperti kapan dan dengan siapa komunikasi terjadi, serta lokasi pengguna. Penyadapan dilakukan di operator, bukan di ponsel, sehingga korban tidak menyadari.
Jakarta, CNN Indonesia -- Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan Lawful Interception Management System (LIMS) memunculkan kekhawatiran publik tentang keamanan komunikasi di Indonesia, termasuk apakah aplikasi seperti WhatsApp bisa disadap. Peneliti keamanan siber Alfons Tanujaya memberikan penjelasan terkait hal ini.
Menurut Alfons, penyadapan dengan LIMS dilakukan di tingkat operator, bukan melalui perangkat ponsel korban. "Datanya disadap di operator, bukan di ponsel. Tidak ada baterai yang cepat habis, tidak ada aplikasi aneh, tidak ada tanda apa pun," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/11).
LIMS sendiri merupakan sistem yang digunakan untuk penyadapan sah berdasarkan kewenangan hukum, sebagaimana dijelaskan European Telecommunications Standards Institute (ETSI). Dengan sistem ini, pihak berwenang dapat mengakses komunikasi melalui jaringan telekomunikasi untuk kepentingan penyidikan.
Alfons menyebut LIMS dapat mengakses cukup banyak informasi, seperti mendengarkan percakapan telepon dan membaca SMS karena tidak dilindungi enkripsi end-to-end. Selain itu, LIMS juga bisa mengetahui data komunikasi seperti waktu pengiriman dan penerimaan, identitas pengirim, serta status pengiriman. Lokasi perangkat melalui menara BTS dan aktivitas internet seperti situs yang dikunjungi juga dapat dilacak.
Namun, untuk aplikasi yang menggunakan enkripsi end-to-end secara default seperti WhatsApp dan Signal, LIMS tidak dapat membaca isi chat atau mendengarkan panggilan. "LIMS tidak bisa membaca isi chat atau mendengarkan panggilan WhatsApp yang terlindung enkripsi end-to-end. WhatsApp dan Signal terenkripsi end-to-end secara default," tegas Alfons.
Meskipun demikian, metadata tetap bisa bocor. Metadata mencakup informasi dasar perangkat seperti merek, tipe, memori, sistem operasi, alamat IP, ISP, jaringan seluler, nomor telepon, dan pengidentifikasi perangkat. Sementara metadata pengguna meliputi siapa penerima pesan, siapa yang dikenal, seberapa sering berkomunikasi, kapan mengirim pesan, hingga lokasi saat mengirim pesan dan mengakses aplikasi.
"Operator tahu kapan Anda online, dari lokasi mana, dan layanan apa yang dipakai. Penyedia aplikasi tahu dengan siapa Anda berkomunikasi, kapan, seberapa kerap, dan grup apa saja yang Anda ikuti," jelas Alfons.
Menurut Alfons, metadata tidak kalah berharga dari isi pesan. "Tanpa membaca satu pesan pun, metadata dalam jangka panjang memberi gambaran yang sangat akurat tentang siapa sasaran penyadapan, rutinitasnya, lingkar terdekatnya, dan ke mana ia bergerak," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)