Kim Jong Un Muncul di Pameran usai Rumor Kematian, PM Kanada Justru Siapkan Skenario Invasi AS

Kim Jong Un tampil di Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang setelah beredar rumor kematian akibat pendarahan otak. Di saat bersamaan, PM Kanada Mark Carney mengaku menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan invasi AS, sementara Inggris mengirim jet tempur untuk membantu Arab Saudi melawan Houthi.

Oct 21, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0
Kim Jong Un Muncul di Pameran usai Rumor Kematian, PM Kanada Justru Siapkan Skenario Invasi AS
Kim Jong Un Muncul di Pameran usai Rumor Kematian, PM Kanada Justru Siapkan Skenario Invasi AS

Rumor soal meninggalnya Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un langsung terbantahkan setelah ia muncul di hadapan publik. Kim terlihat mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang pada Senin (19/10), di tengah beredarnya kabar di media sosial yang menyebut dirinya wafat akibat pendarahan otak.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan Kim untuk meninjau perkembangan industri ringan negaranya. Dalam kesempatan itu, Kim menyatakan kepuasan atas produk-produk yang dipamerkan karena dinilai menunjukkan kemajuan yang cepat dan substansial. Kemunculan ini sekaligus menjadi jawaban atas rumor yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dari Kanada, Perdana Menteri Mark Carney mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario jika suatu waktu Amerika Serikat melancarkan invasi ke negaranya. Menurut Carney, langkah itu murni bagian dari manajemen risiko yang menjadi tanggung jawab seorang pemimpin negara.

"Itu hanyalah manajemen risiko. Itu bukan skenario dasar, tetapi akan menjadi tindakan yang tidak bertanggung jawab jika tidak mempertimbangkannya," ujar Carney dalam wawancara dengan New York Times pada awal Oktober, seperti dikutip Politico.

Sementara itu, Inggris memutuskan mengirim sejumlah jet tempur ke Arab Saudi untuk membantu Riyadh menghadapi serangan kelompok milisi Houthi Yaman. Kementerian Pertahanan Inggris pada Selasa (20/10) menegaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan beroperasi dalam mode defensif dan tidak melancarkan serangan.

"Inggris akan menerbangkan misi pertahanan udara untuk membantu melindungi kota-kota Saudi serta infrastruktur nasional penting dari serangan udara," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris, dikutip Al Jazeera.

Ketiga peristiwa ini menjadi sorotan berita internasional pada Selasa (20/10), mulai dari rumor kematian Kim Jong Un yang terbantahkan, kesiapan Kanada menghadapi skenario ekstrem, hingga langkah Inggris memperkuat pertahanan Arab Saudi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User