Demo Berujung Rusuh, Pemerintah Prancis Terapkan Jam Malam di Paris hingga Nice
Pemerintah Prancis memberlakukan jam malam di sejumlah kota usai demonstrasi yang berujung rusuh dan penjarahan. Perdana Menteri Sebastien Lecornu memerintahkan aturan ini berlaku di Paris, Bordeaux, Lille, dan Nice, dengan waktu dan cakupan berbeda. Aksi demo awalnya dipicu protes sistem pendidikan, lalu meluas ke isu biaya hidup. Lebih dari 1.200 orang ditangkap.
Pemerintah Prancis resmi memberlakukan jam malam di sejumlah kota mulai pekan ini setelah gelombang demonstrasi berujung kerusuhan dan penjarahan. Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan aturan itu diperlukan untuk menertibkan situasi dan melindungi dunia usaha dari aksi penjarahan.
"Malam ini penerapan jam malam baru akan diputuskan di tempat-tempat yang membutuhkan. Keputusan ini akan ditetapkan di lapangan oleh prefek, dengan berkoordinasi dengan wali kota setempat," ujar Lecornu melalui unggahan di X, seperti dikutip AFP.
Menurut pengumuman kantor Lecornu, jam malam akan diberlakukan mulai Senin dan Selasa pukul 20.00 hingga 06.00 pagi. Aturan ini mencakup Paris, Bordeaux, Lille, hingga Nice.
Di Paris, jam malam berlaku di sebagian wilayah mulai pukul 23.00 waktu setempat pada Senin (18/10) hingga pukul 06.00 pada Selasa (19/10). Dua area yang menjadi fokus penjarahan akhir pekan lalu, yakni alun-alun Republik di timur ibu kota dan zona Chatelet-les-Halles, menjadi sasaran utama. Larangan pertemuan publik di kedua zona tersebut juga berlaku mulai pukul 20.00 pada Senin.
Sementara itu, Lyon, kota terbesar ketiga di Prancis, menerapkan jam malam di wilayah pusatnya. Larangan pergerakan masyarakat di zona tersebut berlaku mulai pukul 21.00 pada Senin (18/10) hingga pukul 06.00 pada Selasa (19/10). Larangan berkumpul di tempat umum juga diberlakukan di beberapa bagian Lyon mulai pukul 18.00 pada Senin.
Berbeda dengan kota lain, Nice memberlakukan jam malam di pusat kota mulai pukul 21.00 hingga 06.00, namun khusus untuk anak di bawah umur tanpa pendamping. Aturan serupa juga diterapkan di Lille, Douai, Wattignies, dan Denain, yang memberlakukan jam malam bagi anak di bawah umur tanpa pendamping mulai pukul 20.00 pada Senin (18/10) hingga Selasa (19/10) pukul 06.00.
Aparat kepolisian juga menerapkan jam malam di dua wilayah spesifik Paris, yakni Place de la République dan Les Halles, pada Senin mulai pukul 23.00 sampai 06.00. Place de la République menjadi lokasi penjarahan pada Sabtu (17/10) lalu, sedangkan Les Halles disebut sebagai wilayah yang ditargetkan untuk dijarah.
Kerusuhan sendiri terjadi di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu dalam gelombang demonstrasi terbaru yang melibatkan para siswa. Massa membakar dan menjarah pertokoan serta melakukan vandalisme terhadap sejumlah bangunan, termasuk fasilitas pemerintah. Wartawan BBC menyaksikan bentrokan antara pedemo dan polisi. Lebih dari 1.200 orang ditangkap.
Demonstrasi di Prancis awalnya meletus pada akhir September yang diinisiasi oleh murid. Para siswa di wilayah pinggiran memprotes sistem pendidikan yang buruk, terutama minimnya kehadiran guru di sekolah. Demo kemudian meluas ke berbagai wilayah dan kalangan, dengan para pedemo kini juga memprotes tingginya biaya hidup.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)