Kadin Bawa Tiga Rekomendasi ke Prabowo, Fokus Jaga Daya Saing di Tengah Tekanan Global

Kadin Indonesia merumuskan tiga rekomendasi hasil Rapimnas 2026 untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Rekomendasi itu mencakup penguatan bantalan ekonomi, ketersediaan bahan baku produksi, dan kepastian berusaha guna mendorong daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Nov 02, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0
Kadin Bawa Tiga Rekomendasi ke Prabowo, Fokus Jaga Daya Saing di Tengah Tekanan Global
Kadin Bawa Tiga Rekomendasi ke Prabowo, Fokus Jaga Daya Saing di Tengah Tekanan Global

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan tiga rekomendasi hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Rekomendasi tersebut diarahkan pada penguatan bantalan ekonomi, ketersediaan bahan baku produksi, serta kepastian berusaha agar daya saing Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan ketiga rekomendasi itu merupakan hasil pembahasan Komisi A, B, dan C selama Rapimnas Kadin yang digelar pada 29-30 Oktober 2026. Menurutnya, rekomendasi pertama menekankan pentingnya memperkuat bantalan dalam menghadapi guncangan ekonomi dunia.

"Jadi kita melihat bahwa rekomendasi Rapimnas ada tiga. Yang pertama, kita harus meningkatkan bantalan dalam menghadapi guncangan ekonomi dunia," kata Anindya dalam konferensi pers hasil Rapimnas Kadin, Jumat (30/10).

Anindya menjelaskan penguatan bantalan ekonomi itu mencakup penjagaan arus kas dunia usaha dan negara, fiskal daerah, serta daya beli rumah tangga. Langkah tersebut dinilai perlu agar usaha rakyat dan industri memiliki daya tahan ketika menghadapi tekanan ekonomi.

"Bantalan itu apa? Satu, menjaga arus kas usaha tentunya juga negara, juga fiskal daerah di dalamnya, dan daya beli rumah tangga. Sehingga usaha rakyat dan industri penyerapannya bisa kuat," ujarnya.

Rekomendasi kedua berkaitan dengan ketersediaan bahan baku untuk mendukung kegiatan produksi, baik bagi usaha rakyat maupun industri secara umum. Kadin mendorong penguatan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar hasil produksi usaha rakyat dapat terhubung dengan pembiayaan dan pembeli.

"Yang kedua, bahan baku untuk produksi rakyat itu juga mesti dijaga. Untuk produksi secara umum," ungkap Anindya.

Sementara rekomendasi ketiga menyoroti penguatan kepastian berusaha agar perusahaan Indonesia mampu bersaing di pasar global. "Dan yang ketiga, ialah kepastian berusaha Indonesia bisa mendunia," lanjutnya.

Dalam upaya itu, Kadin mengusung dua jargon, yakni Buy from Indonesia dan Buy Indonesia. Buy from Indonesia diarahkan untuk mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke pasar global, sedangkan Buy Indonesia menjadi ajakan berinvestasi di Indonesia, baik melalui investasi langsung atau foreign direct investment maupun investasi portofolio dengan membeli saham dan surat utang negara.

Anindya menyebut Kadin akan menyampaikan hasil rekomendasi Rapimnas kepada Presiden pada Sabtu (31/10). Ia mengaku telah menerima konfirmasi dari Sekretariat Kabinet mengenai rencana pertemuan tersebut.

"Sampai sekarang kita mendapat konfirmasi dari Pak Sekab bahwa perwakilan Kadin akan diterima oleh Pak Presiden hari Sabtu besok untuk menyampaikan hasilnya," katanya.

Menurut Anindya, penyampaian rekomendasi itu penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia mengingatkan pesan Presiden soal Indonesia Incorporated yang dimaknai sebagai gotong-royong antara pemerintah dan dunia usaha.

Ia menambahkan rekomendasi Rapimnas kali ini turut menghimpun masukan dari Kadin di 38 provinsi serta asosiasi dan himpunan usaha. Dengan begitu, hasil pembahasan diharapkan mencerminkan kondisi dan kebutuhan pelaku usaha di berbagai daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User