IRGC Peringatkan Warga Sipil di Timur Tengah untuk Menjauhi Pasukan AS

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan warga sipil di Timur Tengah untuk menjauhi pasukan AS dalam radius 500 meter. Peringatan ini menyusul serangan drone Iran terhadap fasilitas militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS. Iran menyatakan setiap pangkalan yang digunakan untuk menyerang Iran adalah target sah.

Jul 26, 2026 - 09:00
Updated: 3 months ago
0
IRGC Peringatkan Warga Sipil di Timur Tengah untuk Menjauhi Pasukan AS
IRGC Peringatkan Warga Sipil di Timur Tengah untuk Menjauhi Pasukan AS

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di negara-negara Timur Tengah yang menjadi lokasi penempatan tentara Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang dikutip oleh AFP pada Kamis (24/7), IRGC meminta masyarakat untuk segera menjauh setidaknya 500 meter dari tempat-tempat yang dianggap sebagai persembunyian pasukan AS demi keselamatan mereka.

Peringatan tersebut muncul sehari setelah Iran meluncurkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas dan pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Jumat (25/7). Serangan itu merupakan bentuk balasan atas aksi militer AS sebelumnya.

Salah satu target yang disebutkan IRGC adalah pusat data milik Amazon yang berlokasi di Bahrain. Namun, baik Amazon maupun pemerintah Bahrain belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa tangki bahan bakar, gudang peralatan besar, silo, serta barak pasukan di Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone kamikaze jenis Arash.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak AS mengenai serangan terhadap fasilitas atau personelnya. Sementara itu, Bahrain mengklaim telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah agresi udara yang dilancarkan Iran.

Di Yordania, serangan drone Iran menargetkan hangar pesawat, hangar perawatan penerbangan, dan barak di Pangkalan Al Azraq. Sementara di Kuwait, Iran meluncurkan drone ke gudang peralatan AS di Camp Udairi serta lokasi personel AS di Camp Hoda dan Camp Arifjan. Iran juga mengeklaim serangan terhadap silo penyimpanan peralatan di Camp Udairi dan menara pengawas Armada Kelima AS di Bahrain.

Teheran menegaskan bahwa setiap fasilitas atau pangkalan di Timur Tengah yang digunakan militer AS untuk menyerang Iran dianggap sebagai target yang sah untuk pembalasan. Peringatan kepada warga sipil ini menunjukkan eskalasi ketegangan antara Iran dan AS di kawasan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User