Rupiah Pagi Ini Terpuruk ke Rp17.750, Analis Sebut Dampak Pidato Hawkish The Fed dan Ketegangan Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah 57 poin atau 0,32 persen ke level Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan Senin (31/8) pagi. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pelemahan dipicu rebound tajam dolar AS usai pidato hawkish Kepala The Fed Warsh serta eskalasi geopolitik Timur Tengah akibat serangan AS terhadap Iran. Rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp17.650 hingga Rp17.800.
Nilai tukar rupiah memulai perdagangan pekan ini dengan tekanan. Pada Senin (31/8) pagi, mata uang Garuda berada di level Rp17.750 per dolar AS, melemah 57 poin atau 0,32 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,08 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, yen Jepang menguat 0,16 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,07 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Sementara itu, peso Filipina melemah 0,05 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,20 persen.
Berbeda dengan mata uang Asia, sejumlah mata uang utama negara maju justru kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,05 persen, dolar Australia terapresiasi 0,04 persen, dolar Kanada menguat 0,11 persen, dan franc Swiss naik 0,06 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Menurutnya, penguatan dolar AS terjadi secara tajam setelah pidato hawkish dari Kepala The Fed Warsh.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound tajam menyusul pidato hawkish dari Kepala The Fed Warsh serta geopolitik di Timur Tengah yang kembali tereskalasi oleh serangan AS terhadap Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Selain faktor kebijakan moneter Amerika Serikat, eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menjadi sorotan pasar. Serangan AS terhadap Iran disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Rentang tersebut mencerminkan masih besarnya ketidakpastian yang dihadapi pasar valuta asing.
Dengan posisi pembukaan di Rp17.750, pergerakan rupiah hari ini akan menjadi perhatian pelaku pasar yang mencermati perkembangan kebijakan The Fed serta situasi geopolitik global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)