Yaman Mulai Operasi Militer Besar-besaran, Target Utama Rebut Wilayah Houthi

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad Al Alimi mengumumkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Pengumuman ini menyusul 257 operasi yang menewaskan sekitar 700 anggota Houthi. Houthi membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke dua lokasi Saudi Aramco. Analis menilai konflik memasuki fase baru setelah gencatan senjata 2022 runtuh.

Oct 05, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0 0
Yaman Mulai Operasi Militer Besar-besaran, Target Utama Rebut Wilayah Houthi
Yaman Mulai Operasi Militer Besar-besaran, Target Utama Rebut Wilayah Houthi

Pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi resmi mengumumkan dimulainya operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang selama ini dikuasai kelompok milisi Houthi. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad Al Alimi, pada Minggu (4/10).

Dalam pernyataannya, Al Alimi menegaskan bahwa pasukan pemerintah yang diakui secara internasional akan memperluas otoritas negara dan lembaga-lembaganya ke seluruh wilayah nasional. Ia juga menginstruksikan angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan seluruh formasi militer untuk mulai menjalankan tugas sesuai rencana yang telah disetujui.

"Kami telah menginstruksikan angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan semua formasi militer untuk mulai melaksanakan tugas yang telah ditetapkan sesuai dengan rencana yang telah disetujui hingga negara ini dibebaskan dari Houthi," ujar Al Alimi, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa semua lembaga negara akan disiagakan penuh sampai misi selesai dan kemenangan tercapai.

Langkah ini diambil setelah tentara dan pasukan pemerintah Yaman melancarkan 257 operasi terhadap Houthi pada akhir pekan. Operasi tersebut menyasar lokasi, pergerakan, serta kemampuan militer kelompok tersebut. Juru bicara pemerintah Yaman, Majed Abdullah Al Nazili, menyatakan bahwa operasi itu menewaskan sedikitnya 700 anggota Houthi.

Pada hari yang sama, koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah menjalankan 97 operasi terhadap bala bantuan Houthi di front Tor Al Baha dan poros Taiz. Serangan itu melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan penembak jitu.

Sementara itu, juru bicara Houthi, Yahya Saee, mengklaim pihaknya telah menembakkan rudal balistik dan drone ke dua lokasi Saudi Aramco, yakni di Riyadh dan Khurais. Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar langsung dari pihak Arab Saudi mengenai serangan tersebut.

Analis pertahanan yang berbasis di London, Ibrahim Jalal, menilai operasi skala penuh yang dilancarkan pemerintah Yaman telah membawa konflik ke fase baru. Menurutnya, proses perdamaian dan de-eskalasi gagal akibat ketidakseimbangan kekuatan yang berlangsung setidaknya selama enam tahun terakhir. "Untuk memecah kebuntuan, harus ada pertempuran yang menentukan," kata Jalal.

Ketegangan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman semakin memanas sejak gencatan senjata tahun 2022 runtuh pada Juli lalu. Pada pertengahan September, Houthi sempat merebut kota pelabuhan Mocha dan pulau-pulau strategis di Selat Bab Al Mandeb, jalur vital pengiriman minyak global, sebelum pasukan anti-Houthi berhasil menstabilkan garis depan. Yaman sendiri telah dilanda perang saudara sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User