IHSG Anjlok 7 Persen Sepekan, Deretan Saham Ini Direkomendasikan untuk Cuan Pekan Ini
IHSG melemah 7,03 persen sepanjang pekan lalu ke level 5.057 dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp8.862 triliun. Meski tekanan jual asing dan pelemahan rupiah masih membayangi, analis Kiwoom Sekuritas dan MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham seperti MEDC, INDF, EXCL, dan TAPG untuk dicermati pada pekan pertama November.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan lalu dengan kinerja suram. Pada Jumat (30/10), indeks melemah 41 poin atau minus 0,80 persen ke level 5.057. Sepanjang sepekan, IHSG tercatat turun 7,03 persen setelah melemah selama empat hari perdagangan.
Koreksi juga terlihat pada sejumlah indikator bursa. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita menyatakan kapitalisasi pasar turun 7,52 persen dari Rp9.583 triliun menjadi Rp8.862 triliun pada periode 26-30 Oktober 2026. Rata-rata volume transaksi harian ikut menyusut 18,85 persen menjadi 32,428 miliar lembar saham, sementara rata-rata nilai transaksi harian anjlok 29,49 persen dari Rp20,34 triliun menjadi Rp14,339 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun terkoreksi 20,99 persen menjadi 1,54 juta kali transaksi.
Tekanan jual investor asing masih menjadi sorotan. Pada perdagangan Jumat (30/10), investor asing membukukan net sell Rp138,71 miliar. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih asing mencapai Rp97,921 triliun.
Memasuki pekan pertama November, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada Senin (2/11). Ia memproyeksikan indeks bergerak dalam rentang support 4.970 dan resistance 5.185.
Menurut Oktavianus, pasar akan mencermati rilis data inflasi dan aktivitas manufaktur Indonesia periode Oktober 2026. Inflasi diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara tahunan, lebih tinggi dari periode sebelumnya, sedangkan indeks S&P manufaktur Indonesia diproyeksikan turun ke level 51,9. Kedua data itu dinilai kemungkinan direspons moderat karena belum berdampak signifikan terhadap arah kebijakan moneter.
Namun, rilis data PDB kuartal III 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 5 persen secara tahunan berpotensi memberi sentimen negatif. Kondisi ini juga dibayangi pelemahan rupiah hingga Rp18.170 per dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun ke 7,71 persen, tertinggi sejak Mei 2020, yang meningkatkan risiko arus modal keluar.
Dari sisi teknikal, Oktavianus merekomendasikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang ditutup menguat 3,73 persen ke posisi 1.390 pekan lalu, dengan proyeksi menyentuh level 1.530 pekan ini. Ia juga menyoroti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang menguat 1,99 persen ke level 6.400 dan diproyeksikan menyentuh 6.750.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada pekan depan dengan rentang support 4.907 dan resistance 5.317. Pasar akan mencermati implementasi kebijakan komite pengawasan khusus (HSC) pada 2 November 2026 yang mengeluarkan emiten kategori HSC dari formulasi perhitungan IHSG, serta rilis data PMI manufaktur, inflasi, dan PDB Indonesia. Dari eksternal, pelaksanaan pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat dan peninjauan indeks MSCI pada pekan berikutnya turut menjadi perhatian.
Herditya pun merekomendasikan saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) untuk dicermati investor. Catatan redaksi: berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)