Harta Rp 700 Triliun Melayang, Bos Properti China Ini Dihukum Bui Seumur Hidup

Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pendiri Evergrande, Hui Ka Yan, atas delapan dakwaan termasuk penipuan dan penyuapan. Seluruh aset pribadinya disita, dan perusahaan didenda miliaran yuan. Vonis ini menjadi puncak dari runtuhnya Evergrande yang memicu krisis properti di China.

Sep 04, 2026 - 12:06
Updated: 2 months ago
0
Harta Rp 700 Triliun Melayang, Bos Properti China Ini Dihukum Bui Seumur Hidup
Harta Rp 700 Triliun Melayang, Bos Properti China Ini Dihukum Bui Seumur Hidup

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hui Ka Yan, pendiri raksasa properti Evergrande Group, pada Kamis (20/8). Putusan ini menjadi akhir dari proses hukum yang berlangsung lima tahun setelah keruntuhan Evergrande mengguncang perekonomian China.

Hui, yang pernah menjadi salah satu orang terkaya di Asia, mengaku bersalah atas delapan dakwaan berat, termasuk penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik ilegal, penyaluran pinjaman ilegal, penerbitan sekuritas palsu, dan penyuapan. Selain hukuman penjara, pengadilan memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi pria berusia 67 tahun itu.

Hakim menyatakan bahwa tindakan kriminal Evergrande, Hengda Real Estate, dan Hui melibatkan dana sangat besar, menyebabkan kerugian ekonomi signifikan dan dampak sosial serius, sehingga hukuman berat dijatuhkan. Evergrande didenda 8,82 miliar yuan (sekitar US$1,31 miliar), sementara Hengda, anak perusahaan utama, didenda 7 miliar yuan.

Lima eksekutif senior Evergrande lainnya juga dijatuhi hukuman penjara enam hingga 18 tahun. Media pemerintah CCTV melaporkan total 56 orang terkait skandal ini menerima vonis pada hari yang sama. Kasus ini memicu protes karena perusahaan gagal membayar produk manajemen kekayaan senilai miliaran dolar, membuat banyak investor ritel kehilangan tabungan.

Hui mendirikan Evergrande pada 1996 dan mengembangkannya menjadi properti terbesar di China melalui ekspansi agresif dengan utang. Pada 2017, Forbes mencatat kekayaan bersihnya mencapai US$45,3 miliar. Namun, strategi itu membuat Evergrande gagal membayar utang yang membengkak hingga sekitar US$300 miliar.

Kondisi Evergrande memburuk hingga pengadilan Hong Kong memerintahkan likuidasi pada 2024, dan sahamnya dihapus dari bursa. Runtuhnya Evergrande pada 2021 menjadi pemicu utama krisis properti China, berdampak pada investor global dan perbankan domestik.

Sebelum vonis, Hui telah mengakui sejumlah dakwaan dalam persidangan dua hari, sekitar tiga tahun setelah berada di bawah pengawasan aparat. Media pemerintah Xinhua mencatat bahwa terdakwa mengaku bersalah dan menyampaikan penyesalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User