Drone Rusia Gempur Jembatan Pivnichnyi Kyiv Saat Kanselir Jerman Merz Tiba Mendadak

Rusia menyerang Jembatan Pivnichnyi di Kyiv dengan drone saat Kanselir Jerman Friedrich Merz melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina. Serangan melukai dua orang dan menimbulkan lubang besar di jalur lalu lintas. Merz bertemu Presiden Zelensky dan menyepakati paket bantuan baru Jerman senilai lebih dari 1,3 miliar euro, termasuk dukungan sektor energi menjelang musim dingin.

Oct 05, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Drone Rusia Gempur Jembatan Pivnichnyi Kyiv Saat Kanselir Jerman Merz Tiba Mendadak
Drone Rusia Gempur Jembatan Pivnichnyi Kyiv Saat Kanselir Jerman Merz Tiba Mendadak

Serangan udara Rusia menghantam sejumlah jembatan utama di Ukraina, salah satunya Jembatan Pivnichnyi di Kyiv, pada Minggu (4/10). Aksi ini berlangsung bersamaan dengan kunjungan mendadak Kanselir Jerman Friedrich Merz ke ibu kota Ukraina tersebut.

Menurut laporan BBC, Jembatan Pivnichnyi menjadi sasaran pesawat tak berawak Rusia selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Rekaman video yang telah diverifikasi BBC memperlihatkan sejumlah mobil tengah melintas di Jembatan Pivnichnyi ketika sebuah drone menabrak dan memicu bola api. Kepulan asap hitam langsung membubung tinggi di atas jembatan. Video dan foto lain yang beredar di media sosial juga menunjukkan lubang besar menganga di tengah jalur lalu lintas jembatan tersebut.

Serangan ini terjadi saat Merz tiba-tiba mengunjungi Ukraina pada akhir pekan dan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keduanya meletakkan karangan bunga untuk menghormati tentara Ukraina yang gugur dalam perang.

Dalam unggahan di media sosial X, Zelensky menyatakan bahwa ia dan Merz telah menyepakati paket bantuan baru dari Jerman senilai lebih dari 1,3 miliar euro. "Ini adalah senjata yang akan membantu [kita] saat ini, serta dukungan untuk sektor energi kita menjelang musim dingin," tulis Zelensky.

Jerman sendiri telah menjadi donor terbesar bagi Ukraina sejak Merz menjabat sebagai kanselir pada Mei 2025. Dukungan tersebut terus mengalir di tengah situasi perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/10), Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan kepada warga negara asing, termasuk para diplomat, untuk meninggalkan Kyiv. Namun, duta besar Uni Eropa dan Jerman kompak menolak imbauan tersebut dan menegaskan akan tetap berada di Ukraina untuk memberikan dukungan kepada Kyiv.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User