Ben Gvir Sebut Tepi Barat Utuh Milik Israel, Kesepakatan Oslo II Dianggap Tak Berlaku
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menegaskan seluruh Tepi Barat adalah milik Israel dan menolak pembagian wilayah berdasarkan Kesepakatan Oslo II 1995. Ia juga kembali mendorong pembubaran Otoritas Palestina serta emigrasi warga Palestina, di tengah kampanye menjelang pemilihan Knesset 27 Oktober.
Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben Gvir, kembali memicu kontroversi dengan menegaskan bahwa seluruh wilayah Tepi Barat merupakan bagian dari Israel. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Channel 14 pada Kamis (1/10).
Menurut Ben Gvir, pembagian Tepi Barat ke dalam Area A, B, dan C yang diatur dalam Kesepakatan Oslo II tahun 1995 tidak lagi berlaku. Ia menilai tidak ada perbedaan status di antara ketiga area tersebut karena semuanya dianggap milik Israel.
"Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Seluruh wilayah adalah milik kami. Ini negara kami," ujar Ben Gvir, seperti dikutip Middle East Monitor.
Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memang membagi Tepi Barat menjadi tiga zona. Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, Area B dikelola bersama Palestina dan Israel, sedangkan Area C sepenuhnya dikuasai Israel.
Dalam kesempatan yang sama, Ben Gvir menegaskan ambisinya untuk membubarkan Otoritas Palestina jika dirinya terpilih sebagai menteri pertahanan. Ia juga menyatakan akan mendorong emigrasi warga Palestina dengan alasan 60 persen dari mereka ingin melakukannya.
"Saya akan meluangkan waktu untuk ini, dan saya akan mengelola prosesnya secara berkelanjutan. Setiap minggu, saya akan mengadakan diskusi yang melibatkan semua pihak terkait," kata Ben Gvir.
Pernyataan tersebut muncul di tengah maraknya kampanye para pejabat Israel menjelang pemilihan Knesset pada 27 Oktober mendatang. Jajak pendapat terbaru menunjukkan penurunan dukungan terhadap koalisi yang berkuasa dan peningkatan dukungan bagi blok oposisi.
Ben Gvir berupaya meraih dukungan dengan meningkatkan ancaman terhadap warga Palestina. Ia juga diketahui berulang kali mengunjungi Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dan melakukan ritual Talmud di Tembok Barat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)