Kopilot Flydubai Akui Impiannya Tabrak Bandara Ben Gurion, Rencana Disusun Sejak Sebelum Diterima Kerja
Kopilot Flydubai asal Oman, Hamam Al Hammami, diduga berniat menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion, Israel. Dalam interogasi, ia mengaku telah merencanakan operasi sejak sebelum diterima bekerja di maskapai mana pun. Aksi pada 30 September lalu gagal setelah pilot Smit Machchhar dan penumpang berhasil menggagalkan upaya tersebut. Pesawat akhirnya mendarat darurat di Arab Saudi.
Kopilot Flydubai yang nyaris membajak pesawat pada 30 September lalu disebut memiliki niat menghantam Bandara Ben Gurion, Israel. Pilot asal Oman bernama Hamam Al Hammami itu mengungkapkan rencananya saat menjalani interogasi oleh petugas. Pengakuan tersebut disampaikan seorang sumber Israel kepada The Jerusalem Post.
"Saya mencoba melamar ke semua maskapai. Saya merencanakan operasi ini bahkan sebelum diterima oleh perusahaan mana pun," ujar Al Hammami, seperti dikutip dari sumber tersebut. "Impian saya adalah menabrak Bandara Ben Gurion," tambahnya.
Menurut sumber yang tidak ingin diidentifikasi, Al Hammami sempat mempelajari maskapai mana saja yang melayani rute ke Tel Aviv sebelum akhirnya memilih Flydubai. Dalam beberapa bulan terakhir, ia beberapa kali mengunjungi Ben Gurion sebagai pilot, dengan kunjungan terakhir pada Juli lalu untuk mengumpulkan informasi intelijen dan mempersiapkan serangan.
Pada Juli, Al Hammami disebut sempat berencana menabrakkan pesawat yang dibawanya ke Ben Gurion. Namun, karena kedekatan dengan salah satu kru, ia mengalami krisis nurani dan menunda aksinya hingga akhir September. Menurut intelijen Israel yang dikutip media Italia Corriere Della Sera, ia kemudian berencana menabrak gedung-gedung pencakar langit di Tel Aviv pada peristiwa 30 September.
Rencananya saat itu adalah membunuh pilot Smit Machchhar tanpa menarik perhatian, lalu menerbangkan pesawat mengikuti rute menuju Tel Aviv sebelum menabrakkan ke gedung-gedung tinggi. Berdasarkan keterangan sumber The Jerusalem Post, otoritas Israel meyakini Al Hammami bertindak sendiri tanpa perintah dari kelompok teror mana pun. Operasi tersebut direncanakan dan dieksekusi begitu cepat sehingga jet tempur Israel tidak sempat ikut campur.
Setelah menyerang Machchhar dengan kapak darurat, Al Hammami berupaya menjatuhkan pesawat dengan memanipulasi tuas kendali dan mematikan mesin. Beruntung, Machchhar berhasil menggagalkan aksi itu dengan bantuan penumpang. Sebelumnya, Al Hammami bekerja untuk Oman Air, tetapi dipecat karena pandangan ekstremisnya.
Financial Times pada Minggu (4/10) melaporkan bahwa Al Hammami tampaknya pernah mengunjungi masjid-masjid radikal dan situs web ekstremis selama berada di Australia. Otoritas Australia kini menyelidiki apakah ia mengalami radikalisasi selama di Canberra.
Pesawat Flydubai nomor penerbangan FZ1073 nyaris dibajak pada Rabu (30/9) setelah kopilot mencoba menjatuhkan pesawat. Saat itu pesawat membawa 174 penumpang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Tel Aviv, Israel. Insiden diketahui setelah jet mengirim sinyal bahaya dan putus kontak, serta terdeteksi terbang dengan ketinggian dan kecepatan tidak wajar.
Sang kopilot kini diselidiki atas dugaan terorisme, sementara pesawat berhasil mendarat darurat dengan selamat di Arab Saudi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan peninjauan keamanan penerbangan internasional secara menyeluruh menyusul insiden tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)