AS Kembali Bombardir Pulau Larak, Iran Balas Serang Dua Pangkalan Militer di Yordania

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran dengan membombardir Pulau Larak di Selat Hormuz, Minggu (30/8). AS menuding IRGC bersiap meluncurkan rudal pembawa ranjau laut. Iran membalas dengan mengebom dua pangkalan militer AS di Yordania, King Hussein dan Al-Azraq. Serangan ini terjadi saat konflik memasuki bulan keenam dan ketegangan sempat mereda.

Oct 4, 2026 - 12:02
Oct 4, 2026 - 12:02
 0
AS Kembali Bombardir Pulau Larak, Iran Balas Serang Dua Pangkalan Militer di Yordania
AS Kembali Bombardir Pulau Larak, Iran Balas Serang Dua Pangkalan Militer di Yordania

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Minggu (30/8), setelah konflik antara kedua negara sempat mereda selama sebulan terakhir. Kali ini, pasukan AS membombardir Pulau Larak, sebuah pulau kecil di Selat Hormuz yang diyakini menjadi lokasi penyimpanan peluncur roket milik Teheran.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pihaknya menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak. Menurut AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tengah bersiap meluncurkan rudal yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Iran tidak tinggal diam. IRGC merespons serangan tersebut dengan mengebom dua pangkalan militer AS di Yordania, yakni King Hussein dan Al-Azraq. Dalam keterangannya kepada Al Jazeera, IRGC mengklaim serangan itu menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penempatan fighter.

"Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam upaya melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Setiap serangan juga akan menerima balasan yang lebih menghancurkan," tegas IRGC.

Mantan direktur urusan Semenanjung Arab di Kementerian Pertahanan AS, David Des Roches, menilai serangan AS di Pulau Larak kemungkinan besar menyasar Fajr-5, sistem peluncur roket ganda jarak jauh yang dipercaya memiliki jangkauan 75 kilometer. Menurutnya, rudal tersebut mampu menjangkau jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Beberapa kapal melintasi perairan Oman untuk menghindari serangan Iran terhadap kapal sipil netral. Rudal-rudal ini berpotensi menebar ranjau di perairan tersebut," ujar Roches. Ia menambahkan, jika serangan Iran diluncurkan, situasi di jalur selatan bakal kacau karena Iran memiliki kemampuan signifikan untuk melakukannya.

Saling serang ini terjadi setelah konflik AS dan Iran memasuki bulan keenam, tepat ketika ketegangan sebenarnya mulai mereda. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump lebih mengutamakan perang ekonomi dibandingkan serangan militer terhadap Iran.

Iran sendiri telah memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui seperlima pasokan minyak dunia, sejak AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari. Berbagai upaya diplomatik yang dipelopori mediator seperti Pakistan dan Qatar telah berlangsung berbulan-bulan untuk mengakhiri perang, namun tak membuahkan hasil.

Meski gencatan senjata telah disepakati pada April dan nota kesepahaman menuju perjanjian damai final ditandatangani pada Juni, belum ada kesepakatan yang tercapai. Kedua negara tetap berselisih terutama mengenai keamanan dan kendali di Selat Hormuz.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0