Demo Prancis Berujung Rusuh, 1.800 Ditangkap dan 1.500 Toko Jadi Korban

Aparat keamanan Prancis menangkap lebih dari 1.800 orang dalam demonstrasi akhir pekan yang berujung bentrokan, pembakaran, dan penjarahan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyalahkan kelompok ultra-kiri. Sekitar 1.500 toko rusak dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta euro.

Oct 18, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0
Demo Prancis Berujung Rusuh, 1.800 Ditangkap dan 1.500 Toko Jadi Korban
Demo Prancis Berujung Rusuh, 1.800 Ditangkap dan 1.500 Toko Jadi Korban

Aksi demonstrasi di Prancis pada akhir pekan berlangsung ricuh. Aparat keamanan menangkap lebih dari 1.800 orang dalam demonstrasi yang diwarnai bentrokan, pembakaran, dan penjarahan. Penangkapan itu diumumkan Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez melalui unggahan di X pada Minggu (18/10).

Nunez menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung untuk mengidentifikasi para pelaku agar mereka dapat diadili. Kekerasan terjadi di sejumlah kota besar seperti Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux. Demonstrasi ini menuntut penurunan biaya hidup yang semakin tinggi, terutama sejak perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada Februari lalu.

Aksi protes dipicu oleh demonstrasi pelajar yang berlangsung selama empat pekan terakhir. Para siswa mengeluhkan kondisi ruang kelas di sekolah Prancis yang semakin memburuk. Beberapa demonstrasi siswa tersebut juga sempat berujung ricuh.

Nunez menuding "beberapa ribu orang dari kelompok ultra-kiri" sebagai penyebab bentrokan dengan polisi, pembakaran atau perusakan gedung publik, serta penjarahan toko secara meluas pada Sabtu. "Kerusakan material yang ditimbulkan sangat besar, terutama bagi beberapa ratus pemilik toko," ujarnya seperti dikutip AFP.

Selain kerusakan properti, sekitar 500 personel polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tenaga paramedis dilaporkan terluka selama aksi protes. Nunez menambahkan bahwa jumlah tersebut masih dapat berubah. Ia menegaskan bahwa Prancis "tidak akan menyerah kepada pihak-pihak yang ingin memaksakan kekacauan dan kekerasan".

Sekitar 1.500 toko dan gerai ritel mengalami kerusakan selama demonstrasi akhir pekan ini. Banyak di antaranya juga dijarah oleh para perusuh. Ketua Federasi Ritel dan Perdagangan Prancis Alexandre Bompard memperkirakan kerugian yang dialami para pelaku usaha mencapai "ratusan juta euro". Namun, ia menilai masih terlalu dini untuk memberikan angka kerugian yang pasti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User