Serangan Houthi Memanas, Kingdom Centre Riyadh Larang Karyawan Masuk Kantor

Menyusul serangan milisi Houthi Yaman, gedung pencakar langit Kingdom Centre di Riyadh mewajibkan seluruh penyewa kantor bekerja dari jarak jauh hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kebijakan ini muncul sepekan setelah 13 orang tewas dalam serangan terhadap bandara internasional Riyadh yang kini masih ditutup.

Oct 18, 2026 - 12:01
Updated: 9 hours ago
0
Serangan Houthi Memanas, Kingdom Centre Riyadh Larang Karyawan Masuk Kantor
Serangan Houthi Memanas, Kingdom Centre Riyadh Larang Karyawan Masuk Kantor

Gedung pencakar langit Kingdom Centre di Riyadh, Arab Saudi, resmi mewajibkan seluruh penyewa kantor untuk bekerja dari jarak jauh. Kebijakan itu berlaku segera dan bertahan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, menyusul rangkaian serangan milisi Houthi Yaman.

Pernyataan manajemen gedung yang dikutip AFP menegaskan bahwa kebijakan kerja jarak jauh kini bersifat wajib bagi semua karyawan kantor di Kingdom Centre. Manajemen juga meminta para pekerja untuk tidak mendatangi kantor selama periode tersebut. Meski begitu, pusat perbelanjaan di bagian bawah gedung tetap beroperasi seperti biasa.

Kebijakan ini keluar sepekan setelah 13 orang tewas dalam serangan besar milisi Houthi terhadap bandara internasional Riyadh. Bandara tersebut hingga kini masih ditutup. Sejumlah penyewa ternama di Kingdom Centre antara lain raksasa jasa keuangan Merrill Lynch, firma konsultan manajemen McKinsey, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Langkah serupa juga diterapkan di sektor pendidikan. Sekolah-sekolah di Riyadh telah lebih dulu menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan di ibu kota Arab Saudi.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan kematian dua pilot helikopter di Najran, dekat perbatasan dengan Yaman. Juru bicara koalisi, Turki Al-Malki, menyatakan insiden itu disebabkan gangguan teknis. Namun, juru bicara milisi Houthi, Yahya Saree, mengklaim pihaknya telah menembak jatuh sebuah helikopter Apache di wilayah tersebut.

"Sebuah helikopter pengintai AH-6i milik Kementerian Garda Nasional jatuh di dalam wilayah Arab Saudi, tepatnya di kawasan Najran, akibat gangguan teknis," kata Al-Malki seperti dilaporkan Saudi Press Agency. "Kecelakaan tersebut mengakibatkan gugurnya awak pesawat, yang terdiri dari dua orang perwira," tambahnya.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan milisi Houthi yang didukung Iran kembali memanas di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Intensitas pertempuran meningkat setelah gencatan senjata empat tahun yang berjalan tidak menentu, ketika kelompok Houthi merebut wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah bulan lalu.

Milisi Houthi disebut menyerang berbagai target milik Arab Saudi, termasuk kapal tanker di Laut Merah, fasilitas minyak, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Koalisi pimpinan Arab Saudi membalas dengan serangkaian serangan udara ke wilayah yang dikuasai Houthi. Pada malam sebelumnya, koalisi mengklaim telah mencegat dua drone di wilayah Riyadh dan satu drone lain di provinsi kaya minyak, serta dua rudal balistik di wilayah selatan kerajaan.

Sementara itu, parlemen Mesir dijadwalkan menggelar sidang darurat pada Minggu (18/10) setelah Presiden Abdel Fattah al-Sisi meminta anggota parlemen memberikan wewenang untuk mendukung pertahanan Arab Saudi terhadap serangan milisi Houthi. Sisi menyatakan kesediaan untuk melakukan langkah apa pun demi melindungi Arab Saudi jika diminta, seraya menegaskan bahwa pihaknya hanya berbicara soal pertahanan, bukan upaya menyerang pihak mana pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User