Paus Leo XIV Tinggalkan Rumah Sakit Usai Operasi Kanker Paru, Lawatan ke Tiga Negara Tetap Berjalan
Paus Leo XIV kembali ke Vatikan pada Sabtu (17/10) setelah empat hari menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan akibat adenokarsinoma paru. Meski tim dokter menyatakan operasi sukses, sejumlah kardinal mulai menyuarakan kekhawatiran soal kesehatan Paus, sementara Vatikan memastikan lawatan ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November tetap berjalan.
Paus Leo XIV akhirnya meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Sabtu (17/10) sore waktu setempat dan kembali ke Vatikan. Kepulangan itu terjadi empat hari setelah ia menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan akibat kanker paru-paru, sebuah kondisi yang langsung memunculkan spekulasi mengenai dampaknya terhadap masa kepausannya yang baru berjalan 17 bulan.
Paus berusia 71 tahun itu terlihat berjalan sendiri tanpa bantuan menuju mobil yang menjemputnya. Ia sempat melambai kepada warga yang menunggu di luar rumah sakit. Dalam perjalanan, ia berhenti sejenak untuk berbincang dengan Varvara, seorang remaja putri berusia 13 tahun asal Ukraina yang tengah menjalani pengobatan kanker di Italia.
Dari jendela SUV hitam yang membawanya, Paus tampak tersenyum lebar sambil melambai. Setibanya di Vatikan, ia kembali memberi lambaian kepada kerumunan, meski tidak berbicara kepada siapa pun.
Sebelum kepulangan itu, tim dokter menyatakan Paus cukup sehat untuk pulang setelah menjalani tes darah dan pencitraan dada terbaru. Ia juga dinilai mampu menjalani aktivitas harian secara mandiri.
Operasi sendiri dilakukan pada Selasa (13/10) setelah Paus didiagnosis adenokarsinoma paru, jenis kanker paru yang paling umum. Tim dokter menyebut operasi berlangsung sukses tanpa komplikasi. Namun, mereka belum mengungkap ukuran tumor maupun ada tidaknya penyebaran ke kelenjar getah bening, dua faktor kunci yang menentukan prognosis.
Diagnosis tersebut mengejutkan banyak pihak karena Paus dikenal relatif muda dan energik, serta baru terpilih pada Mei 2025. Penampilan publik pertamanya usai operasi dijadwalkan pada Minggu (18/10) pukul 12.00 waktu setempat, saat ia memimpin doa mingguan bersama peziarah di Lapangan Santo Petrus.
Meski tengah menjalani pemulihan, pada Jumat (16/10) Paus sempat menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan itu, ia mendesak gencatan senjata agar pasokan penting bisa masuk ke Oleshky, kota di Ukraina yang dikuasai Rusia.
Vatikan memastikan persiapan lawatan Paus ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6 hingga 17 November tetap berjalan. Menurut Reuters, agenda tersebut termasuk salah satu lawatan terpadat bagi seorang paus dalam beberapa dekade terakhir. Kendati demikian, Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin menyebut Paus mungkin perlu menyesuaikan ritme jadwalnya ke depan sesuai kondisi kesehatannya. Sejumlah kardinal lain juga mulai terbuka menyampaikan kekhawatiran soal kesehatan Paus.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)