Iran Punya Menteri Pertahanan Baru, Terpilih 8 Bulan Setelah Pendahulunya Tewas Diserang AS
Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaghi sebagai menteri pertahanan baru dengan 237 dari 277 suara. Ia menggantikan Aziz Nasirzadeh yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari, yang juga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Meski tanpa pangkat militer, Akhlaghi telah 42 tahun berkarier di Kementerian Pertahanan dan memimpin Organisasi Industri Pertahanan Iran sejak 2013.
Parlemen Iran resmi memberikan suara kepercayaan kepada Mehrdad Akhlaghi sebagai menteri pertahanan dan logistik angkatan bersenjata pada Minggu (18/10). Pengangkatan ini dilakukan hampir delapan bulan setelah serangan awal Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu perang hingga kini.
Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran, anggota Majelis Permusyawaratan Islam memberikan dukungan kepada Akhlaghi sebagai calon menteri pertahanan. Situs resmi pemerintah menyebutkan Akhlaghi terpilih dengan dukungan 237 suara dari total 277 suara yang diberikan.
Akhlaghi mengisi posisi yang ditinggalkan Aziz Nasirzadeh, yang tewas dalam serangan AS dan Israel terhadap sebuah kompleks kepemimpinan pada 28 Februari. Dalam serangan yang sama, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei turut tewas bersama sejumlah komandan militer senior.
Sebelum pemungutan suara, Akhlaghi menyampaikan kesadaran akan besarnya tanggung jawab yang menantinya. "Jika saya memperoleh suara kepercayaan dari parlemen, tanggung jawab atas Kementerian Pertahanan akan berada di tangan saya pada saat yang sangat genting," ujarnya seperti dikutip kantor berita ISNA.
Ia menekankan bahwa mempertahankan negara dalam situasi seperti ini membutuhkan pemahaman akurat mengenai kondisi yang ada. Menurutnya, hal itu juga mencakup pemahaman logika di balik berbagai perkembangan, identifikasi tren yang berpengaruh, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
Meski tidak memiliki pangkat militer, Akhlaghi bukan sosok baru di lingkungan pertahanan Iran. Ia telah bekerja di Kementerian Pertahanan selama 42 tahun dan sejak 2013 memimpin Organisasi Industri Pertahanan Iran, badan milik negara yang memproduksi persenjataan.
Perjalanan kariernya juga diwarnai sanksi internasional. Pada 2007, Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi terhadap Akhlaghi atas dugaan keterlibatannya dalam kegiatan nuklir atau pengembangan rudal balistik Iran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)