Ukraina Serang Tiga Data Center Yandex, Jutaan Pengguna Rusia Kelimpungan
Ukraina menyerang tiga dari lima data center utama Yandex sejak 8 Oktober, memicu gangguan layanan bagi jutaan pengguna di Rusia dan negara tetangga. Serangan disebut balasan atas serangan Rusia ke data center Ukraina pada September. Dampaknya mulai dari lampu pintar mati, tabungan nasabah tak tampil di Yandex Pay, hingga sopir taksi tak bisa menarik penghasilan.
Serangan Ukraina terhadap infrastruktur internet Rusia kembali memukul raksasa teknologi Yandex. Sejak 8 Oktober, tiga dari lima data center utama yang menopang operasional perusahaan itu dilaporkan rusak akibat serangan tersebut.
Yandex bukan perusahaan teknologi biasa di Rusia. Layanannya mencakup cloud, mesin pencari, peta, kecerdasan buatan, taksi online, hingga pesan-antar makanan. Ekosistemnya sering disamakan dengan gabungan Google, Uber, dan Amazon.
Gangguan pun dirasakan jutaan pengguna di Rusia serta sejumlah negara tetangga seperti Kazakhstan dan Belarus. Mulai dari pembayaran online, navigasi, sampai layanan taksi online ikut terdampak.
Kyiv menyebut serangan ini sebagai balasan atas serangan Rusia ke data center Ukraina pada September. Kementerian Pertahanan Rusia saat itu bahkan mengejek serangan tersebut sebagai detoks digital.
Sasaran lain juga muncul. Bank Sberbank melaporkan serangan ke data center-nya di Balakovo, wilayah Saratov, pada Rabu (14/10). Kremlin sendiri menyerahkan perlindungan infrastruktur kritis kepada perusahaan swasta.
Dampaknya terasa hingga ke kehidupan sehari-hari warga. Anton, guru sejarah berusia 31 tahun di St. Petersburg, mendapati lampu pintar yang ditenagai Yandex tidak bisa menyala. Ia hanya bersedia menyebut nama depannya dengan alasan privasi dan keamanan.
Di Moskow, Tatiana yang meminta CNN memakai nama samaran mendapati tabungannya sebesar 1,5 juta rubel atau sekitar US$17.830 (Rp321,9 juta, kurs Rp18.053) tak lagi tampil di akun Yandex Pay pada Selasa (13/10). Uang itu ia kumpulkan untuk membeli mobil. Yandex menyatakan uang nasabah aman dan pihaknya tengah memulihkan layanan.
Perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point turut menyindir Yandex lewat media sosial X, menanggapi pernyataan kepala divisi fintech Yandex, Dima Pirogov. Dima, sudah coba matikan lalu nyalakan lagi, tulis Fire Point.
Sopir taksi di Moskow berusia 33 tahun juga mengaku aplikasi Yandex Pro bermasalah setelah serangan ketiga ke data center Yandex di wilayah Vladimir pada 11 Oktober. Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir terhadap mata pencahariannya.
Pesanan tidak masuk selama berjam-jam. Ketika masuk, pesanan kerap keliru, misalnya satu pesanan dikirimi empat mobil berbeda. Masalah terberat, sopir tidak bisa menarik uang hasil kerja sehingga kesulitan membayar sewa mobil dan bahan bakar. Ia akhirnya mengembalikan mobil sewaannya ke armada taksi karena tak sanggup terus membayar sewa tanpa pemasukan.
Bagi banyak sopir, ini bukan sekadar gangguan teknis, ini soal apakah mereka bisa terus bekerja dan menghidupi diri sendiri, ujarnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)