Bos Google Bocorkan Masa Depan HP: Manusia Tak Perlu Lagi Menatap Layar Terus-Menerus

Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, memprediksi AI akan mengubah cara manusia menggunakan HP. Pengguna cukup menyampaikan tujuan, dan agen AI akan menyelesaikannya, sehingga mengurangi waktu menatap layar. Fitur-fitur baru di Pixel 11 dan Android Halo menjadi langkah awal menuju era tersebut, meski masih ada tantangan dan kekhawatiran publik.

Sep 06, 2026 - 11:49
Updated: 2 months ago
0
Bos Google Bocorkan Masa Depan HP: Manusia Tak Perlu Lagi Menatap Layar Terus-Menerus
Bos Google Bocorkan Masa Depan HP: Manusia Tak Perlu Lagi Menatap Layar Terus-Menerus

Jakarta - Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mengubah secara fundamental cara manusia berinteraksi dengan ponsel. Menurutnya, pengguna tidak lagi harus sibuk mengetik atau membuka banyak aplikasi, cukup dengan menyampaikan tujuan, maka sistem cerdas akan mengerjakannya. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan CNN, Rabu (12/8).

Sameer menjelaskan bahwa Google merancang Android dengan memproyeksikan kebiasaan pengguna tiga tahun ke depan. Fitur-fitur yang diperkenalkan saat ini merupakan gambaran awal dari prediksi tersebut. "Anda cukup menyampaikan tujuan atau apa yang ingin dicapai, lalu sistem yang cerdas akan menyelesaikannya untuk Anda," ujarnya.

Ia memprediksi pengguna tidak perlu lagi membuka kotak masuk email untuk menjadwalkan pertemuan dengan dokter atau mengetik di keyboard saat bekerja. Agen AI di dalam HP akan menangani berbagai tugas tanpa perlu perintah terus-menerus, memberi pengguna lebih banyak waktu untuk hal lain. "Saya melihat banyak orang, termasuk diri saya sendiri, yang terus menunduk menatap ponsel untuk menyelesaikan banyak hal. Jika Anda bisa memberikan waktu itu kembali, 5 menit, 10 menit, atau 30 menit sehari, bayangkan apa yang bisa dilakukan," tambahnya.

Langkah nyata terlihat pada peluncuran Pixel 11 pekan lalu. Lampu indikator baru di bagian belakang Pixel 11 Pro akan menyala saat Gemini memproses perintah, membantu pengguna berinteraksi tanpa harus memegang ponsel. Selain itu, fitur Android bernama Halo yang rilis akhir tahun ini akan menampilkan progres tugas yang dikerjakan agen AI.

Persaingan ketat antara Google dan Apple dalam menguasai kehidupan digital semakin terasa. Apple berencana meluncurkan Siri versi baru yang bekerja lintas aplikasi, sementara OpenAI merilis pembaruan besar untuk ChatGPT agar percakapan lebih alami. Samsung juga bermitra dengan Google untuk mengintegrasikan Gemini secara mendalam.

Namun, kekhawatiran masyarakat terhadap dampak sosial dan ekonomi AI meningkat. Riset Pew Research menunjukkan mayoritas warga Amerika memprediksi AI berdampak negatif, dan 79 persen tidak percaya perusahaan akan menggunakan AI secara bertanggung jawab menurut studi Gallup dan Bentley University.

Sameer menegaskan bahwa teknologi saat ini masih jauh dari kemampuan untuk mewujudkan masa depan yang digambarkan. "AI hanyalah sebuah kata yang kini memiliki banyak arti. Daripada terus membicarakan teknologinya, fokus utama kami adalah, 'Bagaimana teknologi ini benar-benar bisa membantu Anda?'" pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User