Uang Beredar September 2026 Capai Rp10.587,9 Triliun, Kredit UMKM Ikut Menguat

Bank Indonesia mencatat uang beredar luas (M2) pada September 2026 mencapai Rp10.587,9 triliun, tumbuh 8,3 persen secara tahunan. Pertumbuhan ditopang M1 dan uang kuasi, sementara kredit perbankan tumbuh 12,7 persen dan kredit UMKM menguat 2,7 persen. DPK juga tercatat tumbuh 8,2 persen menjadi Rp9.895,8 triliun.

Oct 23, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Uang Beredar September 2026 Capai Rp10.587,9 Triliun, Kredit UMKM Ikut Menguat
Uang Beredar September 2026 Capai Rp10.587,9 Triliun, Kredit UMKM Ikut Menguat

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 mencapai Rp10.587,9 triliun. Posisi tersebut tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2026 yang sebesar 8,2 persen.

"Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 tumbuh lebih tinggi," tulis BI dalam keterangan resminya, Jumat (23/10).

Pertumbuhan M2 ditopang oleh uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh 9,0 persen secara tahunan serta uang kuasi yang tumbuh 7,3 persen. Posisi M1 tercatat Rp6.029,3 triliun dengan pangsa 56,9 persen dari total M2. Perkembangan M1 terutama dipengaruhi giro rupiah yang tumbuh 8,4 persen, meningkat dari 7,1 persen pada Agustus 2026.

Sementara itu, uang kartal di luar bank umum dan BPR tumbuh 12,6 persen secara tahunan, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 12,9 persen. Tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu tumbuh 8,0 persen, turun dari 8,9 persen pada Agustus. Adapun uang kuasi tercatat Rp4.498,8 triliun atau tumbuh 7,3 persen, lebih tinggi dibandingkan Agustus yang sebesar 6,5 persen. Peningkatan ini terutama didorong giro valuta asing yang tumbuh 13,9 persen dan simpanan berjangka yang tumbuh 5,2 persen.

Dari sisi faktor yang memengaruhi, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 24,4 persen secara tahunan, berbalik dari kontraksi 7,0 persen pada Agustus. Aktiva luar negeri bersih juga kembali tumbuh positif 1,0 persen setelah terkontraksi 6,6 persen pada bulan sebelumnya. "Perkembangan M2 pada September 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat, aktiva luar negeri bersih, dan penyaluran kredit," tulis BI.

Di sisi penyaluran kredit, perbankan menyalurkan Rp9.078,2 triliun pada September 2026 atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif meski sedikit melambat dibandingkan Agustus yang tumbuh 13,3 persen. Kredit kepada debitur korporasi tumbuh 20,3 persen, lebih rendah dari 21,6 persen pada Agustus. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja tumbuh 12,7 persen, kredit investasi tumbuh 21,0 persen, dan kredit konsumsi tumbuh 4,7 persen. Kredit kendaraan bermotor masih terkontraksi 9,7 persen.

Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada September 2026 tercatat 8,9 persen, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara suku bunga simpanan berjangka naik pada sejumlah tenor, yakni tenor satu bulan menjadi 5,3 persen, tenor tiga bulan menjadi 5,9 persen, dan tenor 24 bulan menjadi 4,4 persen.

Kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mencatat pertumbuhan positif. Pada September 2026, kredit UMKM mencapai Rp1.539,2 triliun atau tumbuh 2,7 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan Agustus yang sebesar 2,3 persen. Kenaikan terutama berasal dari kredit usaha mikro yang tumbuh 3,1 persen dan kredit usaha kecil yang tumbuh 1,6 persen, sedangkan kredit usaha menengah tumbuh 3,6 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi UMKM tumbuh 14,9 persen, sementara kredit modal kerja masih terkontraksi 2,6 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) pada September 2026 mencapai Rp9.895,8 triliun atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan DPK didorong giro yang tumbuh 10,9 persen dan simpanan berjangka yang tumbuh 5,2 persen, sedangkan tabungan tumbuh 9,0 persen, melambat dari 9,5 persen pada Agustus. Berdasarkan golongan nasabah, DPK dari nasabah korporasi tumbuh 11,3 persen, kelompok lainnya tumbuh 18,0 persen, dan DPK perorangan tumbuh relatif stabil sebesar 3,6 persen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User