Cek Syaratnya, 25 Juta Warga Bakal Terima Rekening Gratis dengan Saldo Awal Rp50 Ribu

Pemerintah menyiapkan program Satu Orang Satu Rekening dengan saldo awal Rp50 ribu bagi sekitar 25 juta warga. Penerima tahap awal harus masuk desil 1-4, berusia di atas 17 tahun, dan datanya berbasis BPS serta LPS. Anggaran setoran awal sekitar Rp1,28 triliun, dengan rekening dikonsolidasikan melalui BRI dan BSI.

Oct 23, 2026 - 08:01
Updated: 1 day ago
0
Cek Syaratnya, 25 Juta Warga Bakal Terima Rekening Gratis dengan Saldo Awal Rp50 Ribu
Cek Syaratnya, 25 Juta Warga Bakal Terima Rekening Gratis dengan Saldo Awal Rp50 Ribu

Pemerintah mulai membeberkan sasaran awal program Satu Orang Satu Rekening yang memberikan saldo awal Rp50 ribu per rekening. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program ini menyasar sekitar 25 juta warga dari kelompok ekonomi terbawah yang berusia di atas 17 tahun.

Ada tiga kriteria penerima pada tahap awal. Pertama, masuk kelompok desil 1-4. Kedua, berusia di atas 17 tahun. Ketiga, termasuk masyarakat yang datanya disiapkan berdasarkan basis data Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Ini untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia di atas 17 tahun," ujar Airlangga dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Menurut Airlangga, program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Pemerintah menargetkan inklusi keuangan nasional naik dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.

Untuk tahap tersebut, pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50 ribu per rekening dengan anggaran sekitar Rp1,28 triliun. Data penerima akan disiapkan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Airlangga menegaskan program ini bukan sekadar membuka rekening baru. Tujuannya juga memperluas pemanfaatan layanan keuangan untuk penyaluran bantuan pemerintah dan mendukung kegiatan produktif masyarakat.

"Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," ucapnya.

Masyarakat yang sudah memiliki rekening bank tetap berpeluang memperoleh saldo awal Rp50 ribu. Rekening nantinya dikonsolidasikan melalui BRI dan BSI, termasuk untuk mendeteksi kepemilikan rekening ganda. Pemerintah juga merencanakan penggunaan data kependudukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mendukung pembukaan rekening secara otomatis.

Kendati demikian, mekanisme teknis pembukaan dan aktivasi rekening masih akan dibahas bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam rencana yang lebih luas, program satu orang satu rekening ditargetkan menjangkau sekitar 200 juta penduduk. Saldo awal Rp50 ribu dapat ditarik atau digunakan pemilik rekening, sehingga tidak wajib mengendap di bank.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User