Puluhan Jet Tempur Israel Terbang Nyaris di Perbatasan Iran, Ada Skenario Picu Perang?

Puluhan jet tempur Israel terbang mendekati perbatasan Iran pada 19-20 Oktober dalam manuver yang diduga untuk memprovokasi Teheran. Operasi itu melibatkan pesawat pengisian bahan bakar dan melintasi Suriah serta Irak. Sumber AS menduga Israel berharap Iran merespons agar bisa dijadikan alasan menyerang. Manuver berlangsung saat kunjungan Menhan AS Pete Hegseth ke Israel.

Oct 23, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Puluhan Jet Tempur Israel Terbang Nyaris di Perbatasan Iran, Ada Skenario Picu Perang?
Puluhan Jet Tempur Israel Terbang Nyaris di Perbatasan Iran, Ada Skenario Picu Perang?

Puluhan jet tempur Israel dilaporkan terbang mendekati perbatasan Iran dalam sebuah manuver yang oleh sejumlah pihak diduga bertujuan memprovokasi Teheran. Operasi tersebut dinilai berisiko memicu respons militer dan kembali memanaskan konflik antara kedua negara.

Media Israel Channel 12 melaporkan operasi itu berlangsung pada Senin (19/10) hingga Selasa (20/10), mengutip sumber-sumber Amerika Serikat yang mengetahui jalannya manuver. Dalam operasi tersebut, puluhan jet tempur Israel terbang bersama pesawat pengisian bahan bakar. Pesawat-pesawat itu melintasi wilayah Suriah dan Irak sebelum berbalik arah menuju Israel setelah mendekati perbatasan Iran dalam jarak dekat.

Menurut sumber AS yang dikutip Channel 12, Israel diduga berharap pasukan Iran menembaki pesawat-pesawat tersebut. Respons semacam itu berpotensi dijadikan pembenaran untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, pejabat AS dan Israel menyebut operasi itu sebagai latihan pencegahan. Meski demikian, manuver tersebut tetap berisiko memicu kesalahan perhitungan yang dapat berujung pada eskalasi militer.

Sumber-sumber AS menyatakan Israel telah memberi tahu Washington sebelum operasi berlangsung. Israel menggambarkan manuver itu sebagai upaya menunjukkan kemampuan militernya sekaligus mencegah Iran. Israel juga mengetahui bahwa sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi keberadaan pesawat-pesawat tersebut.

Operasi itu berlangsung bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ke Israel. Hegseth bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz di Pangkalan Udara Ovda.

Secara terpisah, Financial Times melaporkan pada Rabu (21/10) bahwa Netanyahu telah memerintahkan militer Israel menyiapkan serangan besar-besaran baru terhadap Iran pada awal bulan ini. Mengutip tiga orang yang mengetahui rencana tersebut, Financial Times menyebut militer Israel telah menyiapkan kampanye serangan selama beberapa hari. Targetnya mencakup fasilitas nuklir Iran, situs yang terkait dengan pemerintahan, serta infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik.

Serangan udara itu awalnya direncanakan berlangsung pada 10 Oktober. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Presiden AS Donald Trump menentang dimulainya kembali perang menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke berbagai wilayah. Konflik tersebut juga berdampak pada jalur pelayaran internasional. Dilansir Middle East Monitor, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, sementara Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User