Penipu Manfaatkan Peluncuran iPhone Duo, Incar Calon Korban yang Takut Ketinggalan Tren

Peluncuran iPhone Duo dimanfaatkan penjahat online untuk membuat situs palsu dengan harga murah dan diskon 25 persen. Kaspersky mengungkap pelaku menyasar orang-orang FOMO yang terburu-buru, lalu menggiring korban ke komunikasi pribadi sebelum verifikasi. Pembeli diminta waspada terhadap tawaran diskon tidak resmi, pre-order, dan layanan cek ketersediaan.

Oct 28, 2026 - 12:02
Updated: 2 days ago
0
Penipu Manfaatkan Peluncuran iPhone Duo, Incar Calon Korban yang Takut Ketinggalan Tren
Penipu Manfaatkan Peluncuran iPhone Duo, Incar Calon Korban yang Takut Ketinggalan Tren

Peluncuran iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, langsung dibarengi munculnya gelombang penipuan daring. Sejumlah laporan mengungkap penjahat online membuat situs palsu yang meniru tampilan visual Apple dan memasang harga murah untuk memancing calon korban.

Dalam salah satu kasus, penipu menggunakan situs berbahasa Inggris dengan desain yang sangat mirip gaya Apple. Mereka menawarkan diskon 25 persen untuk produk flagship tersebut dan menampilkan hitungan waktu 30 menit sebelum penawaran berakhir. Taktik ini sengaja dipakai untuk menciptakan rasa urgensi.

Analis konten web di Kaspersky, Olga Altukhova, menjelaskan bahwa penipu bergerak cepat setiap kali perangkat unggulan diluncurkan. Menurutnya, sensasi yang muncul menciptakan urgensi, dan urgensi itulah yang menurunkan kewaspadaan calon korban.

"Kampanye penipuan ini dirancang agar terlihat kredibel, lalu menggiring target ke dalam komunikasi pribadi sebelum mereka sempat melakukan verifikasi apa pun," kata Olga dalam keterangan resminya, Selasa (27/10).

Kaspersky menyebut situs palsu tersebut tidak langsung meminta informasi pembayaran pada tahap awal. Pelaku justru menyatakan bahwa pelanggan akan dihubungi manajer yang akan mengatur pengiriman. Selain menyasar pengguna berbahasa Inggris, Kaspersky menemukan kasus lain yang memungkinkan calon pelanggan memilih bahasa dan mata uang, menandakan operasi penipuan ini menyasar target global.

Ada pula situs penipuan yang menyasar pengguna berbahasa Portugis. Situs itu langsung mengarahkan pengguna ke aplikasi percakapan sejak awal dengan meminta nomor telepon dan email untuk mengecek ketersediaan produk. Menurut Olga, pembeli perangkat unggulan adalah target menguntungkan karena mereka sudah bersedia mengeluarkan banyak uang, sehingga lebih mungkin membagikan data pribadi atau informasi pembayaran.

Dalam kasus seperti ini, pelaku dapat memanfaatkan data pribadi pengguna meski korban tidak jadi melakukan pembayaran langsung saat itu. Skema tersebut menjadi langkah awal untuk penipuan lain yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial. Olga menegaskan penawaran diskon tidak resmi, sistem pre-order, atau layanan cek ketersediaan harus diwaspadai sebagai tanda bahaya.

Untuk menghindari modus ini, calon pembeli disarankan selalu membeli produk baru melalui toko resmi dan tepercaya. Periksa keaslian situs sebelum memasukkan data pribadi, termasuk format URL dan ejaan nama organisasi. Gunakan solusi keamanan andal atau extension yang mampu mendeteksi toko penipuan dan memblokir tautan phishing.

Selain itu, amankan informasi pembayaran dengan kartu virtual khusus atau layanan pembayaran tertentu agar data kartu kredit maupun rekening bank tidak terekspos. Aktifkan autentikasi multifaktor pada akun dan aplikasi keuangan, serta periksa riwayat transaksi secara berkala untuk mendeteksi aktivitas tidak sah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User