Hari Pertama TEI 2026 Kantongi MoU Rp236 Triliun, Mendag Yakin Target Rp313 Triliun Terlampaui

Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis transaksi Trade Expo Indonesia 2026 menembus target US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,77 triliun. Keyakinan itu muncul setelah hari pertama pameran mencatat 168 kontrak dagang dan MoU senilai US$13,2 miliar atau Rp236,64 triliun. Pemerintah juga mendorong UMKM memperluas pasar ekspor dan domestik melalui business matching serta kemitraan ritel modern.

Oct 16, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Hari Pertama TEI 2026 Kantongi MoU Rp236 Triliun, Mendag Yakin Target Rp313 Triliun Terlampaui
Hari Pertama TEI 2026 Kantongi MoU Rp236 Triliun, Mendag Yakin Target Rp313 Triliun Terlampaui

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan optimisme bahwa nilai transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 akan mencapai target US$17,5 miliar atau setara Rp313,77 triliun dengan asumsi kurs Rp17.930 per dolar AS. Keyakinan itu muncul setelah hari pertama pameran mencatatkan 168 kontrak dagang atau nota kesepahaman (MoU) senilai US$13,2 miliar atau sekitar Rp236,64 triliun.

Menurut Budi, capaian tersebut baru berasal dari MoU yang ditandatangani antara eksportir Indonesia dan pembeli dari berbagai negara. Pemerintah masih mengejar tambahan transaksi selama pameran berlangsung pada 14-18 Oktober 2026. "Target kita total transaksi selama lima hari ini US$17,5 miliar. Saya yakin pasti tercapai karena pada hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus," ujar Budi dalam acara TEI ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).

Budi menjelaskan bahwa nilai MoU hari pertama belum mencakup seluruh potensi transaksi selama TEI. Karena itu, pemerintah terus membidik peningkatan nilai perdagangan hingga hari terakhir pameran. Ia juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan ajang ini untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan, karena sejumlah UMKM peserta telah memperoleh transaksi.

Untuk mendukung UMKM, pemerintah menyediakan fasilitas business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Meta Indonesia, guna membantu UMKM memasarkan produk secara digital. "Era sekarang adalah era digital. Bapak dan Ibu (pelaku UMKM) harus bisa memanfaatkan ini dengan baik. Sekarang eranya discovery commerce, sehingga produk Bapak dan Ibu bisa ditemukan konsumen," kata Budi.

Selain pasar ekspor, pemerintah mendorong UMKM memperluas pemasaran di dalam negeri melalui pola kemitraan dengan ritel modern dan minimarket. "Kita mengejar pasar ekspor dan dalam negeri. Di dalam negeri, kita juga punya pola kemitraan dengan ritel modern, minimarket, atau bentuk kemitraan lainnya. Sehingga Bapak dan Ibu mempunyai kesempatan yang besar untuk masuk ke pasar domestik," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta nilai transaksi TEI 2026 melampaui target US$17,5 miliar. Ia juga meminta pemerintah memangkas prosedur teknis yang menghambat ekspor agar produk Indonesia lebih mudah menembus pasar internasional.

Target transaksi TEI tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu. Pada 2025, pemerintah menargetkan transaksi lebih dari US$16 miliar, tetapi realisasinya mencapai US$22,8 miliar. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, TEI 2026 diikuti 16.885 calon pembeli terdaftar, dengan 8.092 di antaranya berasal dari luar negeri dan mewakili 134 negara. Pameran tahun ini menargetkan partisipasi 1.873 peserta pameran dan 30 ribu pengunjung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User