Ronen Bar Tuntut Netanyahu Rp17,3 Miliar, Tuding Sebar Fitnah soal Serangan 7 Oktober

Mantan kepala Shin Bet Ronen Bar menggugat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Pengadilan Distrik Tel Aviv atas kasus pencemaran nama baik. Bar menuntut ganti rugi 3 juta shekel atau sekitar Rp17,3 miliar, menuduh Netanyahu menyebar fitnah terkait kegagalan intelijen menjelang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Oct 16, 2026 - 00:02
Updated: 1 day ago
0 0
Ronen Bar Tuntut Netanyahu Rp17,3 Miliar, Tuding Sebar Fitnah soal Serangan 7 Oktober
Ronen Bar Tuntut Netanyahu Rp17,3 Miliar, Tuding Sebar Fitnah soal Serangan 7 Oktober

Mantan kepala badan intelijen Israel Shin Bet, Ronen Bar, resmi melayangkan gugatan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Pengadilan Distrik Tel Aviv pada Rabu (14/10). Gugatan ini berkaitan dengan kasus pencemaran nama baik yang menyeret nama Bar dalam isu kegagalan intelijen sebelum serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dalam berkas gugatannya, Bar menuntut ganti rugi sebesar 3 juta shekel atau setara Rp17,3 miliar. Ia menuduh Netanyahu telah menyebarkan "fitnah berdarah" dengan mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan yang terjadi menjelang serangan tersebut kepada dirinya.

Bar menegaskan bahwa ia telah berulang kali memperingatkan Netanyahu mengenai peningkatan kemampuan militer Hamas. Ia juga mengaku telah merekomendasikan operasi yang menyasar kepemimpinan kelompok tersebut.

Menurut dokumen gugatan, Bar bersama pendahulunya, Nadav Argaman, pernah mengusulkan pembunuhan tokoh-tokoh senior Hamas. Keduanya juga menolak kelanjutan transfer bantuan keuangan dari Qatar ke Jalur Gaza. Dalam berkas itu disebutkan bahwa sebagian dana Qatar digunakan Hamas untuk memperkuat sayap militernya.

Bar turut menuduh Netanyahu menjalankan kebijakan "pembendungan dan ketenangan" terhadap Hamas. Gugatan tersebut menyebutkan bahwa Bar telah memperingatkan Netanyahu lebih dari 20 kali sejak 7 November terkait perkembangan di Gaza, sekaligus merekomendasikan peluncuran operasi terhadap Hamas.

Frekuensi peringatan itu disebut meningkat signifikan sepanjang Agustus dan September 2023, tak lama sebelum serangan 7 Oktober terjadi. Bar juga mengutip dokumen yang ia serahkan kepada Netanyahu pada 6 Juli 2023 yang memuat peringatan tentang ancaman kekuatan Hamas.

Namun, Netanyahu mengembalikan dokumen tersebut dengan tanggapan tertulis. "Ini bukan tugas kepala Shin Bet; dalam sistem demokrasi, Shin Bet tidak bertanggung jawab untuk merumuskan strategi nasional bagi Negara Israel," demikian isi balasan Netanyahu, seperti dikutip Middle East Monitor.

Gugatan ini muncul setelah Netanyahu menuduh Bar sengaja menyembunyikan informasi intelijen darinya pada malam sebelum serangan. Netanyahu juga menuding mantan kepala keamanan itu melakukan "kegagalan dan pelanggaran."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User