IHSG Rawan Terkoreksi Pekan Ini, Analis Beberkan Deretan Saham Energi yang Bisa Dilirik
IHSG ditutup menguat 0,94 persen sepanjang pekan lalu ke level 6.093, namun analis memperkirakan indeks masih rawan terkoreksi pekan ini dengan support 5.973 dan resistance 6.227. Sentimen inflasi AS, nilai tukar rupiah, dan harga minyak jadi perhatian pasar. Sejumlah saham seperti BRPT, BUMI, MDKA, ADRO, hingga ANTM direkomendasikan dengan target harga masing-masing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan lalu di level 6.093 atau menguat 62,47 poin setara 1,04 persen pada Jumat (9/10). Sepanjang sepekan, indeks bergerak naik selama tiga hari dan melemah di dua hari lainnya, sehingga secara keseluruhan mencatat penguatan 0,94 persen. Nilai transaksi investor pada hari terakhir pekan lalu mencapai Rp9,95 triliun dengan volume saham diperdagangkan sebanyak 38,38 miliar lembar.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri menyampaikan bahwa perdagangan saham pada periode 5 hingga 9 Oktober 2026 ditutup pada zona bervariasi. Kapitalisasi pasar bursa naik 0,68 persen dari Rp10.627 triliun menjadi Rp10.701 triliun. Meski rata-rata volume transaksi harian turun 7,62 persen dari 50,37 miliar menjadi 46,53 miliar lembar saham, rata-rata nilai transaksi harian justru melonjak 28,52 persen dari Rp12,63 triliun menjadi Rp16,23 triliun. Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian sedikit menurun 0,27 persen dari 1,68 juta menjadi 1,67 juta kali transaksi.
Dari sisi investor asing, Aulia mencatat nilai beli bersih sebesar Rp30,40 miliar pada hari tersebut. Namun sepanjang tahun 2026, investor asing masih membukukan nilai jual bersih mencapai Rp84,99 triliun. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat pasar masih berhati-hati menyambut pekan perdagangan berikutnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memproyeksikan indeks bergerak pada level support 5.973 dan resistance 6.227. Menurutnya, pasar akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu penentu arah kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih rawan melemah serta arus dana asing atau foreign flow turut memengaruhi pergerakan IHSG.
Herditya menambahkan, investor juga akan mencermati pergerakan harga komoditas, terutama minyak mentah. Meski AS menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu (midterm election), perkembangan geopolitik tersebut tetap menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga minyak. Berdasarkan analisis teknikal, ia merekomendasikan tiga saham yang bisa dikoleksi. Pertama, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang ditutup menguat 1,08 persen ke posisi 1.405 pekan lalu, dengan proyeksi menyentuh level 1.630 pekan ini. Kedua, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang ditutup menguat 3,45 persen ke level 180, diproyeksikan menyentuh 208. Ketiga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang ditutup menguat 1,73 persen ke posisi 2.940, diproyeksikan menyentuh level 3.100.
Sementara itu, Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai penguatan IHSG pekan lalu belum cukup menunjukkan pemulihan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Menurutnya, penguatan tersebut lebih tepat dibaca sebagai upaya pemulihan setelah koreksi. Tantangan pasar bukan hanya soal valuasi saham yang relatif menarik, tetapi juga pemulihan kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar dan prospek ekonomi Indonesia. Investor masih mencermati stabilitas rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, serta konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah.
Dari sisi global, Hendra menyoroti arah suku bunga AS, imbal hasil US Treasury, pergerakan dolar AS, harga minyak, dan dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk perdagangan Senin (12/10), ia memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu bertahan di atas level psikologis 6.000. Secara teknikal, support berada di kisaran 5.950-5.995, sedangkan resistance terdekat di 6.120-6.150, dengan area berikutnya 6.200-6.220.
Hendra pun merekomendasikan sejumlah saham dari emiten yang dinilainya menarik. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ditutup menguat 1,18 persen ke level 2.580 pekan lalu dan diproyeksikan menyentuh 2.700 pekan ini. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ditutup menguat 0,65 persen ke level 11.800 dan diproyeksikan menyentuh 12.800. Terakhir, PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) ditutup menguat 0,95 persen ke level 3.180 dan diproyeksikan menyentuh level 3.400 pada pekan ini. Catatan redaksi: berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)