Adidas Gugat White Fox di Australia, Perseteruan Desain Empat Garis Memanas
Adidas menggugat White Fox Boutique ke Pengadilan Federal Australia karena dinilai memakai desain empat garis yang mirip dengan merek dagang tiga garis miliknya. Adidas mengklaim telah berulang kali meminta White Fox menghentikan penjualan, tetapi ditolak. White Fox membantah dan menyebut label fast fashion lain juga memakai desain serupa. Sidang dijadwalkan awal 2027.
Adidas membawa merek fesyen daring asal Australia, White Fox Boutique, ke meja hijau. Gugatan itu menyoroti penggunaan desain empat garis pada pakaian White Fox yang dinilai Adidas terlalu mirip dengan merek dagang tiga garis miliknya.
Langkah hukum tersebut diajukan ke Pengadilan Federal Australia pada 18 September. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh 7News, afiliasi CNN di Australia, pada Jumat (9/10).
Dalam berkas gugatan yang dilihat 7News, Adidas mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkali-kali meminta White Fox, yang berbasis di Sydney, untuk menghentikan penjualan pakaian berdesain empat garis sepanjang 2026. Namun, menurut Adidas, seluruh permintaan itu ditolak.
White Fox sendiri bukan merek sembarangan. Berdiri sejak 2013, label ini populer di kalangan remaja dan anak muda usia 20-an di Australia, Amerika Serikat, dan Inggris. Akun Instagram-nya bahkan telah meraup lebih dari 2,7 juta pengikut.
Dalam persidangan di Sydney, Jumat (9/10), pengacara Adidas, Patrick Flynn, menuding White Fox telah berbulan-bulan memasang empat garis pada produknya. Flynn juga menyoroti materi promosi White Fox yang kerap memadukan pakaiannya dengan sepatu Adidas asli. Ia bahkan menunjukkan foto kampanye seorang influencer yang mengenakan busana White Fox dan sepatu Adidas untuk menggambarkan potensi kebingungan konsumen.
"Ada niat untuk menumpang reputasi kami," kata Flynn. Selain soal pelanggaran merek dagang, Adidas menuntut ganti rugi karena menurut pengacaranya, White Fox menciptakan asosiasi di benak konsumen.
Pihak White Fox bergerak membantah semua tuduhan. Pengacara White Fox, Ed Heerey, berargumen bahwa label fast fashion lain seperti Princess Polly, Glassons, dan Shein juga memakai tampilan empat garis. "Jelas Adidas punya reputasi," ujar Heerey di persidangan. "Slogan mereka sendiri adalah merek dengan tiga garis. Penekanan pada tiga," tambahnya.
Menurut catatan pemerintah Australia, Adidas telah memegang merek dagang desain tiga garis di Australia sejak 1957. Pada 2013, Adidas juga pernah berhasil menggugat Pacific Brands, perusahaan barang konsumsi dan pakaian asal Australia, karena menjual sepatu berdesain empat garis.
Hakim Ian Jackman menjadwalkan sidang lanjutan perkara ini pada awal 2027.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)