BEI Coret Saham HSC dari IHSG Mulai 2 November, Ini Dampak yang Diprediksi
BEI memastikan penghapusan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC dari konstituen IHSG mulai 2 November 2026 tidak akan memicu gejolak ekstrem. Berdasarkan backtest, langkah ini justru membuat IHSG lebih kredibel. Saham HSC tetap tercatat dan diperdagangkan, sementara bobotnya dialihkan secara proporsional ke saham lain di indeks.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kebijakan mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan menimbulkan gejolak ekstrem di pasar. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 2 November 2026.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa penyesuaian kriteria tersebut dirancang agar pergerakan indeks menjadi lebih kredibel dan mencerminkan kondisi pasar yang wajar. Menurutnya, hasil uji coba atau backtest yang dilakukan BEI menunjukkan bahwa saham-saham HSC yang dikeluarkan tidak memberikan dampak negatif signifikan terhadap kestabilan indeks secara keseluruhan.
"Kami sudah melakukan backtest bahwa dengan pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi dapat mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel, yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking kepada indeks kita," ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (26/10).
Jeffrey menegaskan bahwa dikeluarkannya saham-saham tersebut dari konstituen IHSG bukan berarti saham yang bersangkutan mengalami delisting. Saham-saham HSC tetap tercatat dan dapat diperdagangkan secara normal oleh investor di pasar.
Ia menjelaskan bahwa dalam implementasi awal, distribusi bobot dari saham-saham yang dilepas akan dialihkan secara proporsional kepada saham lain yang masih menjadi konstituen indeks. Dengan demikian, pergerakan IHSG ke depan akan murni bergantung pada dinamika harga saham-saham lain yang ada di dalam indeks.
"Sama seperti kalau mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks, ya," katanya.
Melalui kebijakan ini, BEI berharap transparansi dan mekanisme pasar modal Indonesia dapat meningkat ke level yang lebih baik sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi investor domestik maupun asing.
"Kita harapkan timbul efek jera dari para pelaku pelanggaran dan juga tentu kita harapkan inilah yang kemudian menghadirkan level integritas dan mekanisme pasar yang kredibel di tingkatan yang lebih baru," pungkasnya.
Sebagai informasi, saham HSC adalah saham perusahaan yang kepemilikannya terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham, sehingga sebagian besar saham dikuasai oleh sejumlah kecil pihak. Kondisi ini membuat jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik relatif sedikit. Saham HSC menjadi sorotan MSCI karena ketika porsi kepemilikan publik terbatas, harga dan bobotnya dalam indeks berpotensi tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar yang luas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)