Parlemen Mesir Setujui Mandat Militer, El-Sisi Siap Bantu Saudi Hadapi Houthi

Parlemen Mesir resmi memberi wewenang kepada Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk mengirim dukungan militer ke Arab Saudi jika Riyadh meminta, menyusul serangan Houthi terhadap bandara Riyadh dan fasilitas Aramco. Bantuan dibatasi untuk pertahanan wilayah dan perbatasan Saudi, bukan menyerang Yaman, sementara Kairo tetap mengutamakan jalur diplomatik.

Oct 27, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0
Parlemen Mesir Setujui Mandat Militer, El-Sisi Siap Bantu Saudi Hadapi Houthi
Parlemen Mesir Setujui Mandat Militer, El-Sisi Siap Bantu Saudi Hadapi Houthi

Parlemen Mesir resmi memberikan mandat kepada Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk mengirim dukungan militer ke Arab Saudi. Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara pada Senin (26/10) di Dewan Perwakilan Rakyat Mesir yang dipimpin Ketua Parlemen Hisham Badawi, di tengah meningkatnya serangan milisi Houthi di Yaman.

Dalam pernyataan resmi, el-Sisi diberi kewenangan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung pertahanan diri Arab Saudi apabila Riyadh meminta bantuan. Mandat ini membuka peluang keterlibatan Mesir secara lebih langsung dalam konflik yang dalam beberapa pekan terakhir melanda kawasan Teluk dan Laut Merah.

Meski demikian, el-Sisi menegaskan bahwa tindakan militer Mesir nantinya hanya terbatas pada perlindungan wilayah dan perbatasan Arab Saudi. Bantuan tersebut, menurutnya, bukan untuk melancarkan serangan ke Yaman. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty juga menyatakan bahwa Kairo tetap mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Keputusan parlemen ini muncul setelah Houthi melancarkan serangan terhadap bandara internasional Riyadh dan fasilitas milik perusahaan minyak negara Saudi, Aramco. Serangan-serangan tersebut menjadi perhatian serius bagi Riyadh dan mendorong langkah pengamanan tambahan.

Bagi Mesir, konflik ini menyentuh kepentingan langsung di Laut Merah. Serangan Houthi di dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur utama menuju dan dari Terusan Suez, telah mengganggu pelayaran dan menekan pendapatan Mesir dari terusan tersebut.

Peneliti senior di King's College London, Nawaf Obaid, menilai para pejabat Saudi menginginkan jaminan bahwa Mesir akan mendukung Saudi jika diminta. Menurutnya, keputusan ini menjadi cara Mesir menyatakan bahwa mereka siap hadir, kendati masih ada pertanyaan mengenai jenis bantuan yang mungkin diminta Riyadh.

Dengan mandat parlemen ini, posisi Mesir dalam konflik kawasan semakin jelas. Namun, bentuk konkret dukungan militer yang akan dikirim masih menunggu permintaan resmi dari Arab Saudi dan perkembangan situasi keamanan di Teluk serta Laut Merah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User