Radar Baru di Sayap Jet Siluman J-20, China Ubah Cara Deteksi Musuh di Udara

Peneliti China dari AVIC Chengdu mengusulkan konsep radar peringatan dini yang dipasang di sayap pesawat, termasuk berpotensi untuk jet siluman J-20. Teknologi ini dirancang untuk pertempuran udara terdistribusi dengan memanfaatkan manuver drone agar radar dapat memindai wilayah lebih luas tanpa bergantung pada pesawat peringatan dini besar.

Oct 27, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0
Radar Baru di Sayap Jet Siluman J-20, China Ubah Cara Deteksi Musuh di Udara
Radar Baru di Sayap Jet Siluman J-20, China Ubah Cara Deteksi Musuh di Udara

China tengah mengembangkan konsep radar peringatan dini yang dapat dipasang di sayap pesawat untuk memperluas jangkauan pengawasan dalam pertempuran udara. Gagasan ini diusulkan oleh para peneliti dari AVIC Chengdu Aircraft Design and Research Institute, lembaga yang mengembangkan jet tempur siluman J-20. Studi mereka dipublikasikan secara daring pada 10 Oktober di jurnal Measurement & Control Technology.

Radar yang dipasang di sayap ini dirancang sebagai pendekatan baru untuk memenuhi kebutuhan peringatan dini dalam pertempuran udara yang melibatkan banyak platform. Selama ini, pesawat tempur menempatkan radar utama di hidung, sementara pesawat peringatan dini konvensional membawa susunan radar besar di atas badan pesawat. Kedua desain tersebut memiliki keterbatasan, terutama dalam hal ruang dan kebutuhan platform khusus.

Para peneliti China mengatasi persoalan itu dengan mengintegrasikan susunan antena, komponen kontrol, dan perangkat radar ke dalam struktur sayap pesawat. Permukaan pemancar radar dirancang menghadap ke bawah, sedangkan penutup pelindungnya mengikuti kontur luar sayap. Dengan begitu, antena diharapkan memiliki area kerja lebih luas tanpa memerlukan kubah radar eksternal berukuran besar.

Meski demikian, pemasangan perangkat di sayap juga menghadirkan tantangan teknis. Sayap memang memiliki permukaan luas, tetapi ketebalannya relatif terbatas sehingga ruang untuk menempatkan antena dan komponen elektronik menjadi lebih sempit. Untuk mengatasinya, para peneliti mengusulkan pemanfaatan manuver penerbangan guna mengarahkan pancaran radar ke sektor yang berbeda.

Salah satu metode yang diusulkan adalah pesawat tanpa awak melakukan manuver terbang menyamping dengan sudut kemiringan lebih dari 45 derajat. Posisi tersebut memungkinkan susunan antena di sayap yang semula menghadap ke bawah diarahkan ke samping. "Dengan menyesuaikan posisi terbang drone, pancaran radar dapat dikontrol secara dinamis, memperluas wilayah udara yang dicakup oleh peringatan dini," tulis Ren Yunsong dan timnya.

Pendekatan ini menjadi bagian dari konsep pertempuran udara terdistribusi, di mana sejumlah pesawat tanpa awak bekerja sama menjalankan tugas pengawasan dan deteksi target, alih-alih mengandalkan satu pesawat peringatan dini berukuran besar. Konsep serupa sebelumnya dikembangkan DARPA pada 2014. Tantangannya adalah mencapai kemampuan deteksi luas dengan platform individual yang memiliki keterbatasan ukuran dan kapasitas.

Ren dan timnya mengusulkan empat mode operasi untuk radar tersebut, termasuk deteksi segala arah, deteksi dari beberapa arah, pengawasan wilayah luas, serta pemusatan deteksi terhadap target tertentu. Sejumlah pesawat juga dapat bekerja sama menghadapi gangguan elektronik yang berpotensi menghambat kemampuan radar mendeteksi sasaran. "Deteksi kooperatif oleh banyak pesawat merupakan teknologi pendukung utama untuk konsep operasional 'platform kecil, kemampuan besar'," tulis para peneliti.

Para peneliti menilai pendekatan ini berpotensi menghasilkan kemampuan peringatan dini yang mendekati atau bahkan melampaui pesawat peringatan dini konvensional. Namun, klaim tersebut masih berupa potensi desain yang perlu dibuktikan melalui pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Studi itu juga belum memastikan radar akan dipasang pada J-20, maupun telah memasuki tahap produksi atau pengujian operasional.

Tim Ren menyebut penelitian tersebut dapat menjadi dasar pengembangan sistem radar untuk mendukung pertempuran udara terdistribusi yang melibatkan pesawat generasi berikutnya. Konsep radar di sayap itu berpotensi dipertimbangkan untuk berbagai desain pesawat militer China, termasuk J-20 serta pesawat generasi berikutnya yang dikenal sebagai J-36 atau J-50. Meski demikian, penelitian tersebut tidak menyatakan bahwa radar yang diusulkan secara khusus sedang dikembangkan untuk salah satu pesawat tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User