Gerakan Mahasiswa Serbia Tumbangkan Partai Berkuasa, Vučić Akui Kekalahan di Pemilu
Gerakan mahasiswa dan Gen Z Serbia, Student List, memenangi pemilihan legislatif versi hitung cepat dengan sekitar 52 persen suara atau 138 dari 250 kursi parlemen. Kemenangan ini menumbangkan partai berkuasa koalisi Presiden Aleksandar Vucic, yang mengakui kekalahan dan menuduh adanya intervensi asing. Gerakan ini berawal dari protes tragedi runtuhnya kanopi stasiun kereta api Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang.
Gerakan politik yang digerakkan mahasiswa dan generasi muda Serbia, Student List (Studentska lista), mencatat kemenangan signifikan dalam pemilihan legislatif berdasarkan hasil hitung cepat pada Minggu (25/10). Berdasarkan proyeksi awal lembaga survei Ipsos dan CeSID yang disiarkan televisi N1, Student List diperkirakan meraih sekitar 52 persen suara atau 138 dari 250 kursi parlemen. Sementara itu, Partai Progresif Serbia (SNS) pimpinan Aleksandar Vučić diperkirakan hanya memperoleh 39,3 persen suara atau 104 kursi.
Kemenangan ini secara otomatis menumbangkan partai berkuasa yang selama ini menjadi koalisi Presiden Vučić. Vučić sendiri telah mengakui kekalahan partainya setelah hasil penghitungan awal menunjukkan ketertinggalan. "Jelas bahwa kita telah kalah dalam pemilihan ini," ujar Vučić kepada para pendukungnya. Meski demikian, ia menuduh kemenangan rival politiknya terjadi berkat bantuan intervensi asing, klaim yang terus ia gaungkan. Hasil resmi dari Komisi Pemilihan Republik Serbia masih menunggu pengumuman.
Kemenangan Student List menjadi puncak dari protes yang berlangsung hampir dua tahun. Gelombang demonstrasi ini dipicu oleh tragedi runtuhnya kanopi beton di stasiun kereta api Novi Sad pada 1 November 2024 yang menewaskan 16 orang. Insiden tersebut memicu kemarahan publik yang menduga adanya korupsi, kelalaian, dan buruknya pengawasan proyek pemerintah. Mahasiswa kemudian menduduki kampus, memblokade kegiatan perkuliahan, dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah.
Aksi protes mahasiswa terus meluas ke berbagai perguruan tinggi dan berkembang menjadi gerakan nasional. Pada 15 Maret 2025, demonstrasi besar di Beograd tercatat dihadiri antara 275.000 hingga 325.000 orang menurut Arsip Pertemuan Publik, kelompok independen yang menghitung jumlah peserta. Tuntutan awal mahasiswa mencakup pembukaan dokumen pembangunan stasiun, pengusutan pelaku penyerangan terhadap mahasiswa, pembatalan tuntutan terhadap demonstran yang ditangkap, dan peningkatan pendanaan pendidikan tinggi sebesar 20 persen.
Memasuki Mei 2025, mahasiswa menyerukan pemilihan umum dini sebagai jalan perubahan pemerintahan. Mereka lantas membentuk Student List, sebuah gerakan politik yang menghimpun kandidat dari berbagai latar belakang profesional. Berbeda dari partai konvensional, gerakan ini mengandalkan mekanisme pleno atau majelis terbuka di kampus untuk berdiskusi dan mengambil keputusan bersama. Para peserta pleno juga bergantian mewakili gerakan guna mengurangi risiko tekanan terhadap individu tertentu.
Student List mengajukan 250 kandidat yang berasal dari berbagai profesi, termasuk dosen, dokter, aktor, petani, dan aktivis. Kandidat dipilih melalui proses konsultasi, bukan berdasarkan keputusan elite partai. Selama kampanye, gerakan ini dipimpin oleh seorang ahli jantung dan profesor di Fakultas Kedokteran Novi Sad, Ilija Srdanović. Namun, mahasiswa menegaskan bahwa posisi Srdanović sebagai figur publik tidak otomatis menjadikannya calon perdana menteri.
Program gerakan ini mencakup penguatan independensi peradilan dan kejaksaan, pengetatan pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta pemeriksaan independen terhadap proyek konstruksi besar. Mereka juga menjanjikan perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan, peningkatan upah minimum, serta dukungan terhadap sektor pertanian. Dalam kebijakan luar negeri, Student List menekankan kedaulatan Serbia, integritas wilayah, dan netralitas militer, serta mempertahankan posisi bahwa Kosovo merupakan bagian dari Serbia.
Sejumlah partai oposisi turut mendukung gerakan mahasiswa ini. Beberapa di antaranya memilih tidak mengajukan daftar kandidat sendiri agar dukungan terhadap mahasiswa tidak terpecah. Kemenangan Student List menandai perubahan besar dalam lanskap politik Serbia, di mana selama bertahun-tahun Vučić menjadi tokoh dominan yang memengaruhi pemerintahan, partai politik, dan kebijakan negara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)