Asap Karhutla Kalimantan Meluas, Kualitas Udara Sarawak dan Kuching Masuk Zona Tidak Sehat

Kualitas udara di Malaysia memburuk akibat asap karhutla di Kalimantan. Sejumlah wilayah di Sarawak seperti Serian, Kuching, Sri Aman, dan Samarahan masuk kategori tidak sehat dengan indeks API mencapai 195. Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan dan memperkuat pengawasan penyakit terkait kabut asap.

Sep 12, 2026 - 06:22
Updated: 2 months ago
0
Asap Karhutla Kalimantan Meluas, Kualitas Udara Sarawak dan Kuching Masuk Zona Tidak Sehat
Asap Karhutla Kalimantan Meluas, Kualitas Udara Sarawak dan Kuching Masuk Zona Tidak Sehat

Kualitas udara di Malaysia kembali memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan. Berdasarkan data Malaysia Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Kamis (20/8) pukul 14.00 waktu setempat, sejumlah wilayah dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat. Wilayah yang paling terdampak mayoritas berada di negara bagian Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan.

Dalam klasifikasi indeks polusi udara Malaysia, angka 0-50 tergolong sehat, 50-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori bahaya. Beberapa daerah yang mencatat indeks tinggi antara lain Serian dengan API 195, Kuching 191, Sri Aman 178, dan Samarahan 175.

Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan indeks kualitas udara pada 12 Agustus lalu. Meski demikian, jumlah wilayah yang terdampak justru berkurang. Dari sebelumnya 11 wilayah, kini hanya Samarahan yang menunjukkan penurunan indeks kualitas udara.

Pada pekan sebelumnya, kabut asap imbas karhutla juga menyelimuti sejumlah daerah lain di Malaysia. Serian saat itu mencatat API 182, Kuching 176, Sri Aman dan Sarikei 158, Mukah dan Sibu 152, serta Samarahan 183. Sementara itu, Johan Setia mencatat indeks 154, Shah Alam 101, Kuala Lumpur 131, dan Putrajaya 104.

Menyikapi kondisi ini, Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang terdampak agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks udara melebihi angka 100. Warga juga diminta segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Selain itu, kementerian akan memperkuat pengawasan terhadap penyakit yang berkaitan dengan kabut asap. Langkah ini diikuti dengan peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, serta tenaga medis guna mengantisipasi dampak lanjutan dari memburuknya kualitas udara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User