Polisi Israel Patahkan Tudingan Netanyahu, Tak Ada Bukti Partai Arab Curangi Pemilu

Polisi Israel membantah tuduhan Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu yang menuding partai-partai Arab mencuri dan memanipulasi suara pemilu. Polisi menyatakan tidak ada bukti investigasi maupun intelijen yang mendukung klaim tersebut, meski Netanyahu tetap menyerukan penyelidikan atas dugaan keterlibatan asing.

Oct 29, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Polisi Israel Patahkan Tudingan Netanyahu, Tak Ada Bukti Partai Arab Curangi Pemilu
Polisi Israel Patahkan Tudingan Netanyahu, Tak Ada Bukti Partai Arab Curangi Pemilu

Polisi Israel secara resmi membantah tudingan Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa partai-partai Arab melakukan kecurangan dalam pemilu yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (29/10), kepolisian menegaskan tidak menemukan bukti yang mendukung klaim tersebut.

"Hari pemilihan sudah berlalu dengan sejumlah insiden tak biasa terkait integritas pemilu," demikian bunyi pernyataan polisi seperti dikutip Jerusalem Post. Namun, polisi menekankan bahwa tidak ada bukti dari hasil investigasi maupun intelijen yang memperkuat tuduhan tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah Likud melontarkan tuduhan bahwa partai-partai Arab mencuri surat suara, melakukan penyuapan, mengintimidasi pemilih, hingga memanipulasi hasil suara. Likud pun mendesak aparat berwenang membuka penyelidikan atas dugaan tersebut.

Di sisi lain, Netanyahu melalui unggahan di media sosialnya juga menuduh partai Arab "mencuri" pemilu Israel. Ia mengutip pernyataan hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg mengenai dugaan keterlibatan asing dalam kontestasi politik tahun ini. Menurut Netanyahu, pernyataan Sohlberg soal pihak asing yang campur tangan dan membeli suara demi partai Arab merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Netanyahu menilai situasi itu sebagai serangan terhadap demokrasi yang bertujuan mengarah pada pengambilalihan asing atas Knesset, islamisasi Israel, dan penggulingan pemerintahan sayap kanan. Sohlberg sendiri telah mengeluarkan perintah kepada badan intelijen Shin Bet untuk segera menyelidiki tuduhan tersebut, dengan alasan adanya kecurigaan serius soal pengaruh tidak semestinya melalui pendanaan asing dari entitas yang beroperasi melawan kepentingan Israel.

Dalam unggahan lain, Netanyahu menyoroti kunjungan ketua partai Arab Joint List, Ahmad Tibi, ke Qatar empat hari sebelum pemilu. Tibi membantah tudingan itu dan menjelaskan bahwa ia pergi ke Qatar untuk keperluan wawancara dengan Al Jazeera. Ia bahkan membalas dengan menyebut bahwa menurut polisi Israel, satu-satunya pihak yang menerima uang Qatar adalah kantor Netanyahu.

Pada pemilu kali ini, partai-partai Arab dinilai memegang peran kunci dalam penentuan kursi perdana menteri. Berdasarkan perhitungan suara hingga Kamis, blok Netanyahu meraih 52 kursi, sementara blok pesaingnya, Gadi Eisenkot, mengantongi 48 kursi. Partai-partai Arab memperoleh 20 kursi, dengan rincian Joint List 12 kursi dan Ra'am 8 kursi.

Sesuai aturan konstitusi Israel, calon perdana menteri dapat membentuk pemerintahan jika menguasai 61 kursi parlemen. Hingga kini belum ada blok yang mencapai ambang tersebut. Analis politik menilai kemitraan Eisenkot dengan partai Arab menjadi satu-satunya jalan yang realistis baginya untuk meraih kursi perdana menteri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User