AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil, Picu Kekhawatiran Proliferasi

Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani dua perjanjian kerja sama nuklir sipil yang mencakup pengamanan ketat. Kesepakatan ini memungkinkan perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Saudi, memicu kekhawatiran proliferasi dari Kongres dan Israel. Langkah ini terjadi di tengah konflik AS dengan Iran terkait program nuklir Teheran.

Jul 28, 2026 - 08:55
Updated: 3 months ago
0
AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil, Picu Kekhawatiran Proliferasi
AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil, Picu Kekhawatiran Proliferasi

Amerika Serikat secara resmi mengumumkan kesepakatan bersejarah dengan Arab Saudi untuk membangun program nuklir sipil. Washington menegaskan bahwa perjanjian itu mencakup berbagai mekanisme pengamanan guna mencegah proliferasi senjata nuklir. Langkah ini diambil ketika Amerika di bawah Presiden Donald Trump masih terlibat perang dengan Iran, yang sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran terhadap program nuklir Teheran.

AS dan Saudi meneken dua perjanjian, yaitu mengenai "kerja sama nuklir untuk tujuan damai" dan "jaminan bilateral". Keduanya diteken langsung oleh Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman. "Dua perjanjian ini bersama-sama menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar yang akan berlangsung selama puluhan tahun, sekaligus mendukung sejumlah tujuan ekonomi dan strategis utama, termasuk pencegahan proliferasi nuklir," kata Kementerian Energi AS dalam sebuah pernyataan pada Rabu (22/7).

Namun, hingga kini naskah lengkap kedua perjanjian tersebut belum dipublikasikan. Menurut laporan, salah satu ketentuan dalam kesepakatan itu memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi. Namun, Kementerian Energi AS tidak menyebutkan ketentuan tersebut dalam pernyataannya dan tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan oleh AFP.

Kesepakatan itu akan diajukan ke Kongres untuk ditinjau. Sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Republik maupun Demokrat, serta para pejabat Israel, sebelumnya telah menyuarakan penolakan terhadap proyek ini. Mereka khawatir Arab Saudi pada akhirnya dapat menyalahgunakan kerja sama itu untuk mengembangkan senjata nuklir. Meski begitu, Kongres yang saat ini dikuasai Partai Republik diperkirakan tidak akan menghalangi rencana Trump ini.

Arab Saudi, seperti halnya Iran, telah lama menegaskan haknya untuk mengembangkan program nuklir sipil. Tahun lalu, Riyadh juga menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan yang merupakan negara bersenjata nuklir. Amerika Serikat sebelumnya pernah menandatangani perjanjian kerja sama nuklir dengan Uni Emirat Arab pada 2009, meskipun negara tersebut tidak melakukan pengayaan uranium sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User