Arkeolog Temukan Makam 2.400 Tahun di Aspendos, Diduga Milik Pegulat Kuno

Tim arkeolog menemukan makam berusia 2.400 tahun di kota kuno Aspendos, Turki, yang diduga merupakan kuburan seorang pegulat. Temuan koin bergambar pegulat dan artefak lain menguatkan dugaan tersebut, meski para ahli masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan identitas jenazah.

Sep 06, 2026 - 23:37
Updated: 2 months ago
0
Arkeolog Temukan Makam 2.400 Tahun di Aspendos, Diduga Milik Pegulat Kuno
Arkeolog Temukan Makam 2.400 Tahun di Aspendos, Diduga Milik Pegulat Kuno

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penemuan arkeologi mengejutkan datang dari kota kuno Aspendos, Turki. Para arkeolog menemukan sebuah makam yang diperkirakan berusia 2.400 tahun dan diduga kuat sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang atlet gulat pada masa Klasik.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa dugaan tersebut muncul setelah ditemukannya sejumlah artefak di dalam makam, termasuk koin-koin kuno yang menampilkan ukiran gambar pegulat. Menurutnya, artefak-artefak itu menjadi petunjuk kuat bahwa sosok yang dimakamkan kemungkinan besar memiliki keterkaitan erat dengan dunia olahraga, bahkan bisa jadi seorang pegulat.

Makam tersebut ditemukan saat tim arkeolog melakukan penggalian di area pemakaman yang berada di luar wilayah Aspendos. Di dalam peti mati batu berbentuk kotak, mereka menemukan kerangka manusia beserta berbagai benda bersejarah. Berdasarkan analisis awal, makam ini berasal dari periode Klasik kota itu, sekitar tahun 475 hingga 300 Sebelum Masehi.

Aspendos sendiri merupakan kota Greco-Roman yang terletak di barat daya Turki, sekitar 16 kilometer dari pesisir Laut Tengah. Didirikan oleh pemukim Yunani pada abad kelima SM, kota ini terkenal dengan gimnasium Yunani yang besar serta stadion megah yang dibangun pada abad kedua Masehi. Stadion tersebut konon mampu menampung hingga 8.000 penonton untuk menyaksikan berbagai perlombaan atletik, termasuk gulat.

Menariknya, olahraga gulat memang memiliki ikatan historis yang kuat dengan Aspendos. Kota ini bahkan mencetak koin perak sendiri yang menampilkan gambar dua pegulat di salah satu sisinya. Koin yang dikenal sebagai starter ini diproduksi selama lebih dari satu abad, menandakan betapa pentingnya gulat bagi identitas budaya masyarakat Aspendos saat itu.

Kendati demikian, para pakar belum bisa memastikan secara mutlak bahwa jenazah yang ditemukan adalah seorang pegulat. Sarah E. Bond, sejarawan dari University of Iowa yang tidak terlibat langsung dalam penemuan ini, menegaskan bahwa diperlukan analisis yang jauh lebih mendalam sebelum menarik kesimpulan pasti.

"Temuan koin saja belum cukup untuk membuktikan bahwa ia adalah pegulat Yunani di era Klasik, sebab koin-koin ini dulunya beredar luas dan digunakan sebagai alat pembayaran oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya oleh para pegulat," jelas Bond. Ia menambahkan bahwa bukti-bukti fisik seperti bekas patah tulang hidung yang telah menyatu bisa menjadi petunjuk lebih kuat untuk mengidentifikasi seorang atlet.

Penemuan ini membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai kehidupan atletik di masa lampau, sekaligus menambah wawasan tentang peradaban Yunani kuno di kawasan Anatolia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User