Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu per Kg, Mentan Amran Minta Bapanas Turun Cek Lapangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons lonjakan harga cabai yang mencapai Rp200 ribu per kg di sejumlah daerah. Ia meminta Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas turun mengecek harga di lapangan. Data BPS mencatat harga cabai merah dan rawit nasional naik di atas batas atas HAP konsumen pada minggu pertama Oktober 2026.

Oct 05, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0 0
Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu per Kg, Mentan Amran Minta Bapanas Turun Cek Lapangan
Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu per Kg, Mentan Amran Minta Bapanas Turun Cek Lapangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman angkat bicara soal harga cabai yang melonjak tajam di sejumlah daerah hingga menembus Rp200 ribu per kilogram. Ia pun meminta jajarannya di Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk segera turun ke lapangan mengecek kondisi riil harga komoditas tersebut.

"Ya, pasti saya minta nanti Deputi Stabilisasi (Bapanas Hermawan) untuk turun cek," ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (5/10). Menurutnya, persoalan harga cabai ini harus langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lebih lama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu pertama Oktober 2026, harga cabai rawit tertinggi tercatat Rp200 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Nduga. Sementara itu, harga cabai merah tertinggi mencapai Rp193.333 per kg di Kabupaten Halmahera Timur.

Secara nasional, rata-rata harga cabai merah pada periode yang sama mencapai Rp63.913 per kg atau naik 11,38 persen dibandingkan September 2026. Angka ini sudah melampaui batas atas harga acuan penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan Rp55 ribu per kg. Kenaikan harga cabai merah tercatat terjadi di 292 kabupaten/kota.

Adapun rata-rata harga cabai rawit nasional mencapai Rp86.846 per kg, naik 10,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga tersebut juga berada di atas batas atas HAP konsumen sebesar Rp57 ribu per kg. Kenaikan harga cabai rawit terjadi di 259 kabupaten/kota.

Data BPS juga menunjukkan 81,11 persen wilayah Indonesia mengalami kenaikan harga cabai merah, sedangkan kenaikan harga cabai rawit terjadi di 71,94 persen wilayah Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat cabai merupakan salah satu komoditas pangan strategis.

Selain cabai, Amran turut menyoroti harga daging ayam ras. Ia menyebut ada kondisi di mana harga ayam di tingkat peternak justru turun, tetapi harga yang dibayar konsumen tetap tinggi. Untuk itu, ia akan meminta Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda turun langsung mengecek penyebab perbedaan harga tersebut.

"Cabai, ayam, jangan sampai harga di tingkat konsumen tinggi padahal tingkat produsen rendah," tegas Amran. Ia menekankan kedua komoditas itu perlu mendapat perhatian khusus agar tidak terjadi disparitas harga yang merugikan produsen maupun konsumen.

Amran juga merespons peringatan mengenai potensi tekanan harga cabai yang lebih besar pada bulan berikutnya apabila tidak segera ditindaklanjuti. Ia memastikan akan meminta Deputi Bapanas bergerak cepat menangani persoalan ini sebelum harga semakin tidak terkendali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User