Alokasi 1.000 Ton Disiapkan, Pupuk Indonesia Kawal Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Pembudidaya Sumbawa

PT Pupuk Indonesia mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi sektor perikanan di Sumbawa, NTB, dengan alokasi 1.000 ton, terbesar di NTB. Perusahaan menyiapkan 2 gudang, 7 PPTS, dan tiga petugas lapangan. Baru 99 ton atau 9,9 persen kebutuhan yang terdata, sehingga pembudidaya diminta segera mendaftar melalui penyuluh dan Pokdakan.

Oct 05, 2026 - 09:50
Updated: 20 hours ago
0 0
Alokasi 1.000 Ton Disiapkan, Pupuk Indonesia Kawal Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Pembudidaya Sumbawa
Alokasi 1.000 Ton Disiapkan, Pupuk Indonesia Kawal Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Pembudidaya Sumbawa

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat dukungan terhadap produktivitas sektor perikanan budidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, melalui optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi. Langkah ini dilakukan dengan memastikan kesiapan sarana distribusi, ketersediaan stok, serta pengawalan penyaluran di lapangan agar pembudidaya menerima pupuk sesuai alokasi dan ketentuan yang berlaku.

Senior Manager Regional 3B PT Pupuk Indonesia, Sidharta, mengungkapkan bahwa potensi pemanfaatan pupuk bersubsidi sektor perikanan di Sumbawa tahun ini masih besar. Kabupaten Sumbawa memperoleh alokasi 1.000 ton, jumlah terbesar dibandingkan lima kabupaten/kota lain di NTB yang totalnya 4.083 ton. "Pupuk Indonesia memastikan alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan dapat tersalurkan secara optimal. Untuk itu, perusahaan menyiapkan infrastruktur distribusi yang dapat mendukung pelayanan kepada pembudidaya di wilayah Sumbawa," ujar Sidharta dalam kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan di Sumbawa, Senin (28/9/2026).

Untuk kelancaran penyaluran, Pupuk Indonesia menyiapkan dua gudang dan tujuh Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). Perusahaan juga menerjunkan tiga petugas lapangan guna memastikan proses berjalan lancar sekaligus mendukung koordinasi dengan kelompok pembudidaya dan pemangku kepentingan setempat. Di Sumbawa saat ini terdata 10 kelompok yang terdiri dari 90 pembudidaya. Sidharta berharap pembudidaya yang belum terdaftar dapat mendaftarkan diri melalui penyuluh agar memperoleh dukungan pupuk bersubsidi.

Adapun komoditas yang berhak menerima pupuk bersubsidi untuk pembenihan meliputi udang windu, udang vaname, bandeng, lele, patin, nila, mas, dan gurame. Sementara untuk pembesaran, komoditas yang dicakup adalah udang windu, udang vaname, bandeng, lele, dan nila salin. Pembudidaya pembesaran maksimal memiliki lahan 2 hektar, pembenihan air tawar maksimal 0,75 hektar, dan air payau 0,5 hektar. Mereka juga wajib tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan terdaftar dalam Elektronik Rencana Pupuk Bersubsidi Perikanan (e-RPSP).

Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Enggar Sadtopo, menyatakan penebusan perdana pupuk bersubsidi sektor perikanan di Sumbawa telah dilakukan dan prosesnya berjalan mudah. Ia menegaskan alokasi untuk Sumbawa merupakan yang terbesar di NTB, namun kebutuhan yang terdata baru 99 ton atau sekitar 9,9 persen dari alokasi. "Alokasi ini bisa pembudidaya manfaatkan, karena ini peluang bagi peningkatan produksi perikanan di Sumbawa," katanya.

Pemerintah menargetkan penyerapan pupuk bersubsidi sektor perikanan mulai meningkat pada Oktober. Dengan kesiapan stok dan dukungan distribusi dari Pupuk Indonesia, alokasi yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan lebih optimal. "Pupuk Indonesia akan menyiapkan stoknya. Harganya murah, ini bisa dimanfaatkan pembudidaya. Harapannya penyerapannya bisa optimal mulai bulan Oktober," ujar Enggar.

Bupati Sumbawa, H. Syarifuddin Jarot, menilai pupuk merupakan sarana produksi penting dalam budidaya perikanan. Menurutnya, pupuk berperan menumbuhkan pakan alami berupa plankton sehingga udang dan ikan di tambak tidak mati dan produktivitas meningkat. "Pupuk bukan sekadar pelengkap, pupuk adalah kunci untuk menumbuhkan pakan alami berupa plankton. Kalau plankton ada, udang dan ikan di tambak tidak akan mati dan produktivitas akan naik," ujar Jarot.

Ia meminta Dinas Perikanan membantu pengawasan agar pupuk bersubsidi digunakan sesuai peruntukan dan kebutuhan. Dengan dukungan sarana distribusi, kesiapan stok, dan pengawalan lapangan, Pupuk Indonesia bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong agar alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan di Sumbawa terserap optimal. "Saya meminta Dinas Perikanan untuk membantu dalam pengawasan. Pembudidaya harus manfaatkan dengan sebaik-baiknya, menggunakan sesuai dengan peruntukan dan kebutuhannya. Kita bangun budi daya perikanan di Sumbawa berdaya saing," tandas Jarot.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User