Antrean BBM di Denpasar Merebak, Pertamina Kucurkan Tambahan 2.300 KL Pertalite
PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Pertalite hingga 2.300 KL untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Bali, terutama Denpasar. Penyaluran naik 700 KL dari hari sebelumnya, diperkuat kedatangan dua kapal tanker dan operasional FT Sanggaran selama 24 jam. Pertamina menyebut antrean terjadi karena penyesuaian stok di beberapa titik suplai dan meminta masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan.
PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat merespons antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, khususnya Denpasar. Langkah yang diambil adalah menambah pasokan Pertalite sebanyak 2.300 kilo liter (KL) guna memulihkan ketersediaan bahan bakar di lapangan.
Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa lonjakan antrean di beberapa SPBU bersifat sementara. Penyebabnya adalah adanya penyesuaian stok di sejumlah titik suplai sehingga distribusi ke SPBU sempat terganggu.
"Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat akibat antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina bergerak cepat dengan memperkuat pasokan dan mengatur distribusi secara lebih terarah agar stok di SPBU dapat segera dipulihkan," ujar Ahad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8).
Sebagai bentuk percepatan, Pertamina meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 KL pada Kamis (27/8). Angka itu naik 700 KL dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 1.600 KL melalui Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran di Bali.
Penambahan pasokan juga diperkuat dengan kedatangan dua kapal tanker. MT Green Plus membawa 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax menuju IT Manggis dengan estimasi tiba Jumat (28/8) sekitar pukul 16.00 WITA. Sementara MT Lineo mengangkut 2,2 juta liter Pertalite menuju FT Sanggaran dengan estimasi tiba Jumat (28/8) sekitar pukul 14.00 WITA.
Khusus untuk memperkuat pasokan di Denpasar, Pertamina mengoperasikan FT Sanggaran selama 24 jam. Langkah ini disertai pemantauan stok dan penyaluran secara intensif serta penguatan koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU.
"Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran Pertalite berlangsung merata," tambah Ahad. Ia menegaskan optimalisasi penyaluran akan terus dilakukan hingga ketersediaan BBM di SPBU kembali normal dan antrean masyarakat segera terurai.
Ahad memaparkan bahwa strategi Pertamina tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga menentukan prioritas penyaluran agar dampaknya cepat dirasakan masyarakat. Setelah pasokan masuk ke terminal, operasional dan distribusi dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat pengisian kembali stok SPBU, terutama di Denpasar.
Ke depan, Pertamina berkomitmen terus memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi Pertalite, khususnya di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung. Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat serta mengimbau pembelian BBM sesuai kebutuhan agar stok tetap terjaga dan distribusi berjalan optimal dan merata.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0