101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi Lewat Akademi Jago Bangunan Semen Padang
PT Semen Padang menggelar Akademi Jago Bangunan di Manna Water Park, Bengkulu Selatan, yang diikuti 101 tenaga konstruksi. Peserta mendapat pembekalan teknis sekaligus sertifikasi kompetensi bersama asesor LSP Astekindo. Pemerintah daerah dan perusahaan menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM dan profesionalisme tukang di sektor jasa konstruksi.
PT Semen Padang kembali menggelar Akademi Jago Bangunan, kali ini menyasar 101 tenaga konstruksi di Kabupaten Bengkulu Selatan. Kegiatan berlangsung di Manna Water Park, Manna, pada Rabu (30/9/2026), dengan tagline "Jago Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia".
Para tukang yang hadir tidak hanya menerima pembekalan teknis, tetapi juga mengikuti proses sertifikasi kompetensi di bidang konstruksi. Rangkaian sertifikasi mencakup materi teknis, praktik lapangan, hingga wawancara dengan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo.
Pelaksanaan di Bengkulu Selatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Kota Jambi dan Kabupaten Kuantan Singingi. Bagi peserta, sertifikasi dinilai penting karena kompetensi tenaga konstruksi tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan, tetapi juga perlu diperkuat dengan standar yang diakui.
Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Selatan Dwi Eka Noprayanti menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang. Menurutnya, sertifikasi tenaga konstruksi memberi manfaat langsung bagi pemerintah daerah, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi.
"Terima kasih banyak PT Semen Padang telah menyelenggarakan acara sertifikasi tenaga konstruksi. Ini betul-betul bermanfaat bagi kami, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, terutama di bidang jasa konstruksi," ujar Dwi Eka. Ia menilai tenaga konstruksi yang bersertifikat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pembangunan daerah, dengan tetap memperhatikan standar teknis, keselamatan kerja, dan kualitas hasil pekerjaan.
Asesor LSP Astekindo Yoka Mahendra menambahkan, sertifikasi yang diikuti peserta dapat mendorong profesionalisme tenaga konstruksi di Bengkulu Selatan. "Sertifikasi yang dihasilkan dapat membantu tenaga profesional yang ada di Bengkulu Selatan khususnya. Apa yang dilakukan PT Semen Padang ini sangat strategis," kata Yoka.
Dalam prosesnya, peserta lebih dulu menerima materi seputar kompetensi teknis pekerjaan. Pengetahuan itu kemudian diuji melalui praktik lapangan dan dilanjutkan wawancara bersama asesor, guna melihat sejauh mana kemampuan peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pekerjaan konstruksi. Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang rangkaian kegiatan.
Peserta pelatihan Wijoyo, bersama Riskan dan Rangge Anggori, mengaku mendapat tambahan pengetahuan yang bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. "Terima kasih PT Semen Padang, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan para tukang seperti kami," ungkapnya. Selain pembekalan dan sertifikasi, acara dikemas interaktif dengan hiburan, permainan, serta pembagian door prize berupa peralatan rumah tangga, sepeda, hingga televisi LED.
Area Sales Manager Jambi dan Bengkulu PT Semen Padang Ryan Eka Saputra menyebut tukang sebagai mitra strategis dalam pembangunan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. "Jago Bangunan merupakan mitra strategis PT Semen Padang, sehingga dengan program sertifikasi ini kompetensi para Jago Bangunan dapat terstandarisasi dalam menghasilkan bangunan yang lebih berkualitas," ujar Ryan. Ia berharap dukungan semua pihak terus terbangun, termasuk dalam menjadikan produk Semen Padang sebagai pilihan kebutuhan pembangunan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari perhatian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Menurutnya, kualitas bangunan tidak hanya ditentukan material yang digunakan, tetapi juga kemampuan tenaga yang mengaplikasikannya di lapangan. "Kami sadar, tukang adalah ujung tombak dalam menjaga kualitas bangunan. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya promosi produk, melainkan juga transfer pengetahuan agar mereka bekerja dengan standar yang lebih baik," jelas Win. Ia menilai peningkatan kompetensi tenaga konstruksi berkaitan erat dengan kebutuhan pembangunan nasional, sehingga kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan lembaga sertifikasi menjadi kunci membangun ekosistem konstruksi yang lebih profesional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)