Korsel Tuntaskan Pelayaran Perdana Arktik ke Eropa, Waktu Tempuh Dipangkas 10 Hari

Korea Selatan merampungkan uji coba pelayaran kapal kontainer ke Eropa melalui Jalur Arktik sebagai alternatif di tengah gangguan pelayaran global akibat konflik Timur Tengah. Kapal PanStar Acro kembali ke Pelabuhan Busan setelah singgah di Inggris, Belanda, dan Polandia. Presiden Lee Jae Myung menyebut rute ini memangkas waktu satu arah hingga 10 hari dibandingkan jalur Terusan Suez.

Oct 11, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Korsel Tuntaskan Pelayaran Perdana Arktik ke Eropa, Waktu Tempuh Dipangkas 10 Hari
Korsel Tuntaskan Pelayaran Perdana Arktik ke Eropa, Waktu Tempuh Dipangkas 10 Hari

Korea Selatan berhasil menuntaskan uji coba pelayaran kapal kontainer menuju Eropa melalui Jalur Arktik. Langkah ini diambil untuk mencari rute alternatif di tengah gangguan pelayaran global yang dipicu konflik Timur Tengah.

Kapal PanStar Acro tiba kembali di Pelabuhan Busan pada Minggu (11/10). Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan menyatakan kapal tersebut bersandar di Dermaga Jaseongdae setelah berangkat pada 22 Agustus lalu.

Dalam pelayarannya, PanStar Acro melintasi Jalur Laut Utara di Arktik sebelum bersinggah di Felixstowe, Inggris; Rotterdam, Belanda; serta Gdansk, Polandia. Kapal kemudian menempuh jalur yang sama untuk kembali ke Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyambut positif keberhasilan uji coba tersebut. Menurutnya, rute Arktik mampu memangkas waktu pelayaran satu arah hingga 10 hari lebih cepat dibandingkan jalur konvensional melalui Terusan Suez.

"Pelayaran ini juga memungkinkan kami memperoleh pengalaman berharga dalam mengoperasikan kapal kontainer Korea Selatan di perairan kutub dan mengumpulkan data navigasi," ujar Lee melalui akun X, dikutip dari AFP.

Konflik Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu telah mengganggu jalur pelayaran global. Situasi itu mendorong pemerintah dan operator kapal mencari rute alternatif, termasuk Jalur Arktik.

Mencairnya es laut dinilai membuka peluang pemanfaatan jalur tersebut. Namun, peningkatan lalu lintas kapal di kawasan Arktik memunculkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan. Pegiat lingkungan memperingatkan perluasan pelayaran komersial di Jalur Laut Utara dapat mengancam ekosistem Arktik yang rentan dan mempercepat hilangnya es.

Sejumlah perusahaan pelayaran besar seperti CMA CGM, MSC, dan Hapag-Lloyd telah berkomitmen menghindari rute Arktik dengan alasan lingkungan. Jalur Laut Utara umumnya lebih mudah dilalui pada bulan-bulan hangat ketika es laut berkurang, meski kondisi es tetap sulit diprediksi dan sebagian kapal masih membutuhkan bantuan kapal pemecah es.

Selain tantangan lingkungan dan navigasi, rute yang membentang di sepanjang pantai utara Rusia itu berpotensi menghadapkan operator pada risiko terkait sanksi. Dalam pernyataannya, Lee tidak menyinggung kekhawatiran lingkungan. Ia menyebut keberhasilan uji coba ini akan membantu Korea Selatan bersiap menghadapi era pelayaran Arktik, sekaligus berencana menjadikan Busan dan kawasan tenggara Korea Selatan sebagai pusat maritim dengan jalur baru sebagai salah satu pendorong pertumbuhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User