PT Semen Padang Dampingi Warga Koto Baru, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Cookies hingga Lilin Aromaterapi
PT Semen Padang melalui program TJSL mendukung pengembangan produk turunan Kopi Bantjah di Koto Baru, Padang. Sebanyak 10 perempuan di RW 5 dan 6 terlibat mengolah kopi menjadi cookies, minuman, lilin aromaterapi, cascara, selai, dan kue. Pelatihan di Royal Asia Hotel dan pelatihan barista untuk Gen Z memperluas peluang usaha. Kelompok petani memiliki 36 anggota dengan lahan 29 hektare dan produksi sekitar 1 ton cherry per tahun.
Kopi Bantjah yang selama ini dikenal sebagai komoditas perkebunan dari Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kini mulai menjelma menjadi sumber usaha baru. Berkat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, warga setempat tidak lagi hanya menjual hasil panen, tetapi juga mengolahnya menjadi aneka produk turunan bernilai tambah.
Sekitar 10 perempuan dari RW 5 dan RW 6 Koto Baru terlibat aktif dalam pengolahan produk turunan Kopi Bantjah. Mereka memproduksi cookies, minuman kopi, lilin aromaterapi, cascara, selai kopi, hingga dua jenis kue yang masih terus dikembangkan. Langkah ini menjadi awal diversifikasi usaha yang melibatkan lebih banyak warga, terutama kaum perempuan.
Milawati, salah seorang penggerak pengembangan produk turunan Kopi Bantjah, menuturkan bahwa diversifikasi berawal dari pelatihan yang difasilitasi PT Semen Padang. "Untuk produk turunan Kopi Bantjah ada cookies, minuman kopi, lilin aromaterapi dari kopi, teh khas cascara dari kulit dan daging buah kopi yang dikeringkan, selai kopi, dan dua jenis kue yang juga sedang kami kembangkan," ujarnya.
Meski produk masih tergolong baru, pemasaran sementara dilakukan di sekitar Kota Padang, antara lain melalui bazar. "Untuk sementara masih sekitar Kota Padang. Karena produk turunannya masih baru kami buat, kemarin baru kami bawa ke bazar-bazar," kata Milawati. Ia menambahkan, pengolahan produk turunan membuka ruang keterlibatan perempuan di sekitar kawasan Kopi Bantjah, dengan sekitar 10 orang ibu-ibu yang aktif diberdayakan.
Penguatan keterampilan menjadi kunci. Sebanyak lima warga mengikuti pelatihan pengolahan produk turunan kopi di Royal Asia Hotel. "Kami sangat banyak mendapatkan dukungan dari PT Semen Padang. Kami diikutkan pelatihan di Royal Asia Hotel. Ada lima orang yang mengikuti pelatihan produk turunan ini. Kami mendapatkan beberapa jenis produk yang bisa dibuat dari turunan kopi, sehingga sekarang mulai kami kembangkan sedikit demi sedikit," tutur Milawati. Selain itu, generasi muda juga dilibatkan melalui pelatihan barista.
Di sisi hulu, kelompok petani Kopi Bantjah yang didampingi PT Semen Padang sejak 2023 terus memperkuat budidaya. Ketua Kelompok Petani Kopi Bantjah, Yulisman, menyatakan dukungan perusahaan sangat berarti. "PT Semen Padang secara konsisten mendukung pengembangan Kopi Bantjah. Kami juga mulai memberikan dampak bagi masyarakat sehingga terus mendapatkan bantuan dan dukungan," ujarnya. Saat ini terdapat 36 petani terdata, dengan 31 orang masih aktif, dan lahan sekitar 29 hektare. Produksi mencapai sekitar satu ton buah kopi merah per tahun, setara 200 kilogram green bean.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program TJSL diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat. "Melalui program TJSL ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Kopi Bantjah memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk melalui produk-produk turunannya," ujarnya. Ia berharap Kopi Bantjah tidak hanya berkembang sebagai komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang melibatkan petani, perempuan pengolah, dan generasi muda.
Win menambahkan, PT Semen Padang memandang TJSL sebagai proses membangun bersama. "Yang ingin kami bangun bukan ketergantungan masyarakat kepada perusahaan, tetapi kemampuan masyarakat untuk semakin mandiri. PT Semen Padang hadir sebagai mitra yang mendengar kebutuhan, mendukung potensi, dan bergerak bersama berbagai pemangku kepentingan," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)