Waspada Modus Kejahatan Siber, BNI dan BI Beri Edukasi di Ajang wondrX 2026

BNI bersama Bank Indonesia menggelar talkshow edukasi pelindungan konsumen dan literasi keuangan di ajang wondrX 2026, ICE BSD, Tangerang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan pengunjung, termasuk pelajar, terhadap modus kejahatan siber seperti social engineering. Masyarakat diimbau menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan bank.

Aug 24, 2026 - 07:30
Updated: 2 months ago
0
Waspada Modus Kejahatan Siber, BNI dan BI Beri Edukasi di Ajang wondrX 2026
Waspada Modus Kejahatan Siber, BNI dan BI Beri Edukasi di Ajang wondrX 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama Bank Indonesia (BI) menggelar edukasi pelindungan konsumen dan literasi keuangan di ajang wondrX 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber di tengah meningkatnya transaksi digital.

Dalam talkshow bertajuk 'Strengthening Customer Protection Against Cybercrime in the Transformation Era', BNI dan BI mengajak pengunjung, termasuk kalangan pelajar, untuk lebih memahami cara bertransaksi secara aman. Acara ini merupakan bagian dari kolaborasi keduanya dalam Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK).

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa transformasi digital memberikan kemudahan, tetapi juga membawa risiko. "Transformasi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas keuangan. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko yang perlu diwaspadai," ujarnya. Ia menambahkan, edukasi dan literasi menjadi kunci untuk membantu masyarakat mengenali modus kejahatan siber dan bijak menjaga keamanan data.

Deputi Direktur Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia, One Yusril Fikar, menjelaskan bahwa inovasi seperti QRIS dan BI-FAST membuat transaksi semakin praktis. Namun, perkembangan teknologi juga diikuti munculnya modus kejahatan baru. Pelaku sering memanfaatkan social engineering untuk mengelabui korban demi mendapatkan informasi pribadi.

Masyarakat diingatkan untuk mengenali ciri-ciri penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan bank atau institusi resmi. BNI juga mendorong masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum mengambil keputusan, terutama saat menerima pesan atau tautan mencurigakan.

Okki menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan komitmen BNI mendukung keterbukaan informasi, termasuk dalam rangka menyambut Hari Hak untuk Tahu Sedunia yang diperingati setiap 28 September. Melalui kolaborasi dengan BI, BNI berharap masyarakat semakin paham cara bertransaksi aman dan mampu mengenali risiko di era digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User