Gempa M7 Guncang NTT, 200 BTS Telkomsel hingga XLSmart Terganggu di 10 Kabupaten
Gempa magnitudo 7 di Nagekeo, NTT, membuat 200 BTS milik Telkomsel, Indosat, dan XLSmart terganggu di 10 kabupaten dan kota. Komdigi menyebut 16,35 persen BTS di wilayah terdampak alami gangguan akibat pasokan listrik dan jaringan transmisi, dengan Kabupaten Sikka terdampak paling banyak. Pemantauan dan pemulihan terus dikebut bersama operator.
Gempa berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, turut berdampak pada layanan telekomunikasi. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat tiga operator seluler, yakni Telkomsel, Indosat, dan XLSmart, mengalami gangguan jaringan di sejumlah wilayah terdampak.
Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto menyatakan pemantauan dan pemulihan jaringan terus dilakukan bersama para operator seluler. Berdasarkan dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS teridentifikasi mengalami gangguan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.
"Sebanyak 16,35 persen BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani," ujar Wayan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8).
Dari hasil pemantauan sementara, Telkomsel melaporkan sejumlah BTS terganggu akibat pasokan listrik di wilayah terdampak. XLSmart juga mengalami gangguan layanan, terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa. Sementara Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis. Selain pasokan listrik, gangguan juga terjadi pada jaringan transmisi sebagai dampak gempa bumi.
Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak paling banyak, yakni 51 site dari 192 BTS eksisting atau 26,56 persen. Disusul Kabupaten Ende dengan 31 site dari 118 BTS eksisting atau 26,27 persen, serta Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site dari 161 BTS eksisting atau 16,15 persen.
Wilayah lain yang turut terdampak antara lain Kabupaten Manggarai dengan 22 site dari 150 BTS eksisting atau 14,67 persen, Manggarai Barat 17 site dari 141 BTS eksisting atau 12,06 persen, Manggarai Timur 16 site dari 80 BTS eksisting atau 20,00 persen, dan Ngada 13 site dari 101 BTS eksisting atau 12,87 persen.
Selanjutnya, Kabupaten Nagekeo tercatat 11 site terdampak dari 73 BTS eksisting atau 15,07 persen, Kabupaten Lembata 10 site dari 73 BTS eksisting atau 13,70 persen, dan Timor Tengah Utara 3 site dari 134 BTS eksisting atau 2,24 persen.
Wayan menegaskan keselamatan petugas dan akses publik terhadap telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan. Tim Pemantauan Telekomunikasi Komdigi terus memperbarui kondisi jaringan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, pemerintah daerah, dan para penyelenggara telekomunikasi.
"Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan," kata Wayan.
Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi serta arahan resmi BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana. Perkembangan kondisi jaringan dan proses pemulihan layanan telekomunikasi akan terus dipantau secara berkala dan diperbarui sesuai situasi di lapangan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)