Trump Disebut Bakal Dukung Netanyahu di Pemilu Israel, tapi Pengamat Ragukan Dampaknya

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat dukungan kepada Benjamin Netanyahu jelang pemilu Israel 27 Oktober. Namun analis Timur Tengah Dan Perry menilai dukungan itu tidak otomatis membuat Israel lebih baik. Pemilu dinilai krusial menentukan arah demokrasi Israel, sementara Netanyahu masih menghadapi tuduhan korupsi dan bergantung pada partai sayap kanan.

Oct 26, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0
Trump Disebut Bakal Dukung Netanyahu di Pemilu Israel, tapi Pengamat Ragukan Dampaknya
Trump Disebut Bakal Dukung Netanyahu di Pemilu Israel, tapi Pengamat Ragukan Dampaknya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal akan mendukung Benjamin Netanyahu untuk kembali menduduki kursi Perdana Menteri Israel pada pemilu yang dijadwalkan 27 Oktober. Ketika ditanya soal pemilu Israel, Trump hanya mengatakan, "Mungkin saya sedang mengerjakan sesuatu," tanpa menyebut secara gamblang siapa yang akan ia dukung.

Meski begitu, rekam jejak hubungan Trump dengan Netanyahu membuat posisi Perdana Menteri Israel itu semakin percaya diri. Keduanya diketahui memiliki kedekatan politik yang terbangun sejak beberapa tahun terakhir.

Analis Timur Tengah sekaligus mantan pemimpin redaksi AP untuk Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, Dan Perry, menilai ada perbedaan mendasar antara mendukung Netanyahu dan mendukung Israel secara keseluruhan. Sebagian warga Israel memandang Netanyahu lebih positif karena meyakini Trump juga bersikap demikian. Dukungan semacam ini, menurut Perry, saling memengaruhi satu sama lain.

Perry lantas merujuk pada langkah Trump pada 25 Maret 2019, ketika Washington mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, hanya dua minggu sebelum pemilihan umum Israel. Langkah itu secara luas ditafsirkan sebagai hadiah politik yang memperkuat klaim Netanyahu bahwa hanya dirinya yang mampu memperoleh konsesi luar biasa dari Amerika Serikat. Hal tersebut membantu Netanyahu mempertahankan kekuasaannya, dan ia membalas dengan dukungan tidak langsung terhadap pemilihan kembali Trump setahun kemudian.

Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Israel benar-benar mendapat dampak positif dari dukungan tersebut. Perry menegaskan pemilu kali ini sangat krusial. Menurut dia, hasil pemilu akan menentukan apakah Israel tetap menjadi negara demokrasi yang makmur dan berfungsi baik, atau justru terus menempuh jalan menuju kemerosotan institusional, isolasi internasional, dan penurunan ekonomi.

Netanyahu sendiri masih menghadapi proses hukum atas tuduhan korupsi. Para kritikus juga menyoroti pengeluaran publik yang boros terkait gaya hidup pribadinya. Namun, tuduhan yang lebih besar bukanlah soal masalah pribadi, melainkan ketergantungannya pada kepentingan koalisi yang sempit sehingga reformasi nasional penting hampir mustahil dijalankan.

Koalisi yang dipimpin Netanyahu, kecuali jika oposisi bergabung, diperkirakan kembali bergantung pada partai-partai sayap kanan yang bersikeras membangun pemukiman jauh di Tepi Barat. Isu ini memicu keresahan besar di Amerika Serikat dan dinilai melindungi kaum radikal Yahudi yang meneror warga Palestina di wilayah tersebut.

Menurut para pejabat keamanan Israel, kondisi itu telah menimbulkan korban jiwa dan berisiko memicu intifada Palestina ketiga. Trump, yang membanggakan diri karena konon telah mengakhiri delapan perang, tentu tidak akan senang dengan perkembangan tersebut. Karena itu, dukungan Trump kepada Netanyahu dinilai tidak akan mengubah Israel ke arah yang lebih baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User