Indonesia Setop Sebagian Pasokan Gas ke Singapura, Negeri Singa Langsung Siapkan Rencana Darurat
Indonesia mengurangi pasokan ekspor gas bumi ke Singapura mulai 24 Oktober untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, terutama kelistrikan Batam, Bintan, dan Sumatra. Singapura mengaku terdampak kurang dari dua persen kebutuhan gas harian dan telah menyiapkan rencana kontingensi serta siap menambah impor LNG. Di sisi lain, ratusan ribu orang kembali berdemonstrasi di Prancis dan hampir 1.000 orang ditahan.
Pemerintah Indonesia resmi mengurangi pasokan ekspor gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10). Langkah ini diambil karena gas yang semula diekspor akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, terutama untuk kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatra.
SKK Migas mencatat pengalihan pasokan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari. Rinciannya, 15 juta kaki kubik berasal dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra.
Menanggapi keputusan itu, Pemerintah Singapura menyatakan telah memiliki rencana darurat. Otoritas Singapura mengakui pengurangan pasokan gas dari Indonesia berdampak pada kurang dari dua persen total kebutuhan gas harian mereka.
Energy Market Authority (EMA) menyebut Singapura memiliki rencana kontingensi untuk menghadapi pengurangan pasokan gas. Singapore GasCo juga dinyatakan secara operasional siap mengimpor lebih banyak gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) kapan saja.
Sementara itu, Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia membantah isu pertemuan Duta Besar Kwok Fook Seng dengan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani. Dalam keterangannya, Minggu (25/10), Kedubes Singapura menegaskan kunjungan tersebut tidak pernah terjadi dan menyebut kabar itu sebagai disinformasi. Mereka akan menghubungi Kemenkomdigi untuk membahas persoalan ini.
Isu pertemuan itu ramai dibicarakan di media sosial di tengah dinamika hubungan Indonesia dengan Singapura. Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), juga telah membantah kabar tersebut. Ia menyebut informasi itu fiktif dan beredar setelah ia mengomentari hubungan diplomatik Indonesia-Singapura. Dino membantah telah mendatangi rumah Dubes Kwok Fook Seng di Jakarta pada Minggu (18/10) pekan lalu.
Dari Prancis, ratusan ribu orang kembali turun ke jalan di berbagai wilayah pada Sabtu (24/10). Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai itu berujung pada penahanan hampir 1.000 orang.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut sekitar 410 ribu orang mengikuti demonstrasi di berbagai wilayah. Dari jumlah itu, sekitar 110 ribu orang berunjuk rasa di Paris, jumlah yang hampir sama dengan pekan sebelumnya.
Para demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari peningkatan investasi untuk sektor pendidikan, perluasan kesempatan kerja bagi anak muda, hingga penanganan kenaikan biaya hidup.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)