Learjet 60 Jatuh di Florida, Pakar Soroti Bahaya Es dan Turbulensi yang Mengintai

Pesawat Learjet 60 jatuh di kawasan permukiman Florida, menewaskan sembilan orang. Pakar aviasi menyoroti bahaya turbulensi dan penumpukan es akibat badai petir yang dapat mengurangi daya angkat dan memicu stall. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki.

Nov 03, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0
Learjet 60 Jatuh di Florida, Pakar Soroti Bahaya Es dan Turbulensi yang Mengintai
Learjet 60 Jatuh di Florida, Pakar Soroti Bahaya Es dan Turbulensi yang Mengintai

Kecelakaan pesawat Learjet 60 yang jatuh di kawasan permukiman Florida Selatan, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11), menewaskan sembilan orang. Insiden ini memicu perhatian para pakar aviasi terhadap bahaya turbulensi dan penumpukan es di udara yang berpotensi mengganggu penerbangan.

Joseph Post, peneliti dari University of South Florida, menjelaskan bahwa badai petir dapat menciptakan kondisi penerbangan berbahaya, terutama saat pesawat menghadapi turbulensi parah atau pembentukan lapisan es. "Bahaya tersebut berasal dari turbulensi dan lapisan es akibat badai petir. Oleh karena itu, badai petir mungkin menjadi fenomena cuaca paling berbahaya dalam dunia penerbangan," kata Post, dikutip dari WFLA, Senin (2/11).

Menurut Post, penumpukan es dapat mengganggu aliran udara di atas sayap pesawat, mengurangi daya angkat, dan berpotensi menyebabkan pesawat mengalami stall atau kehilangan daya angkat. Turbulensi parah juga dapat memberikan tekanan besar pada struktur pesawat, bahkan dalam kondisi ekstrem dapat menyebabkan kegagalan struktur. Namun, Post menegaskan bahwa penyebab pasti hilangnya kendali Learjet tersebut belum diketahui dan penyelidik masih memeriksa berbagai kemungkinan.

Pilot komersial sekaligus CEO Jettly, Justin Crabble, menambahkan bahwa ketika pesawat terbang menembus awan yang mengandung tetesan air sangat dingin, tetesan tersebut dapat membeku saat bersentuhan dengan badan pesawat. "Bahkan lapisan es yang relatif tipis sekalipun dapat memengaruhi cara pesawat terbang secara signifikan, begitu pula dengan dampak turbulensi," kata Crabble kepada LADbible, Senin (2/11).

Crabble juga menjelaskan istilah severe icing atau pembentukan lapisan es parah, yaitu kondisi ketika es menumpuk sangat cepat sehingga sistem pencegah es pada pesawat mungkin tidak mampu mengatasinya. Es dapat mengubah bentuk sayap, mengurangi daya angkat, meningkatkan hambatan udara, dan membuat pesawat lebih sulit dikendalikan. Jika pesawat sebelumnya sudah menghadapi turbulensi, kondisi ini dapat memperburuk situasi.

"Salah satu kemungkinannya adalah penumpukan es menurunkan kinerja aerodinamika pesawat hingga tidak lagi mampu menghasilkan daya angkat yang cukup. Jika pesawat juga menghadapi turbulensi yang cukup kuat, kondisi tersebut dapat memperburuk situasi yang sebelumnya sudah sulit," ujar Crabble.

Menurut Crabble, rekaman audio kokpit saja tidak cukup untuk memastikan penyebab kecelakaan. Penyelidik perlu memeriksa kinerja pesawat, kondisi cuaca, dan data penerbangan sebelum menarik kesimpulan. Sebelumnya, pesawat Learjet 60 dilaporkan jatuh saat dalam perjalanan dari Austin, Texas, menuju Bahama. Pesawat jatuh dari udara dan menciptakan kawah besar di dekat kendaraan yang melintas di Palm Beach County, Florida. Saat kejadian, wilayah tersebut tengah dilanda hujan deras dan badai petir.

Administrator NASA Jared Isaacman melalui unggahan di X menyoroti pengalaman mengerikan yang dialami orang-orang di dalam pesawat, termasuk kopilot berusia 20 tahun. "Dia menjalankan tugasnya, berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara hingga saat-saat terakhir dalam situasi yang menakutkan. Kemungkinan besar, jauh sebelum komunikasi terakhir itu, dia sudah tahu bahwa dirinya akan meninggal," tulis Isaacman. Para pilot sempat melaporkan adanya es pada ketinggian 10.668 meter, namun kemudian pesawat turun dengan kecepatan 3.048 meter per menit yang dengan cepat meningkat menjadi 6.705 meter per menit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User