Saat AS Butuh Dukungan di Selat Hormuz, Trump Malah Puji Hubungan dengan Kim Jong Un

Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan hubungan baiknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di tengah kritiknya terhadap Korea Selatan yang dinilai kurang mendukung AS di Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Rabu (19/8) dan menyoroti dinamika hubungan antarnegara di kawasan.

Sep 06, 2026 - 11:49
Updated: 2 months ago
0
Saat AS Butuh Dukungan di Selat Hormuz, Trump Malah Puji Hubungan dengan Kim Jong Un
Saat AS Butuh Dukungan di Selat Hormuz, Trump Malah Puji Hubungan dengan Kim Jong Un

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan bahwa dirinya memiliki hubungan yang bersahabat dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Rabu (19/8) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Korea Selatan. Ia menilai Seoul kurang memberikan dukungan kepada Washington dalam misi pengamanan di Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran strategis yang menjadi pusat perhatian dunia.

Pernyataan Trump ini muncul di saat hubungan antarnegara di Semenanjung Korea dan kawasan Teluk sedang menjadi sorotan. Sikapnya yang memuji hubungan pribadi dengan Kim Jong Un sekaligus mengkritik sekutu tradisionalnya, Korea Selatan, menunjukkan dinamika yang kompleks dalam politik luar negeri AS.

Trump sebelumnya telah beberapa kali menyatakan kedekatannya dengan Kim Jong Un, meskipun berbagai program rudal dan nuklir Korea Utara masih menjadi kekhawatiran internasional. Klaim hubungan baik ini kerap dianggap sebagai upaya diplomasi personal di tengah kebuntuan negosiasi denuklirisasi.

Sementara itu, kritik terhadap Korea Selatan terkait Selat Hormuz menambah daftar ketegangan dalam aliansi AS-Korea Selatan. Padahal, kedua negara memiliki perjanjian pertahanan bersama dan kerja sama militer yang erat selama puluhan tahun.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Korea Selatan maupun Korea Utara terkait pernyataan Trump tersebut. Namun, pernyataan ini diprediksi akan memengaruhi dinamika hubungan diplomatik di kawasan Asia Timur dan Timur Tengah.

Para pengamat menilai bahwa pernyataan Trump yang kontras antara memuji Korea Utara dan mengkritik Korea Selatan dapat menjadi sinyal perubahan prioritas kebijakan luar negeri AS. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret yang diumumkan terkait perubahan kebijakan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User